Beranda Olahraga Gregoria cs Tumbang dari Thailand

Gregoria cs Tumbang dari Thailand

- Advertisement -
- Advertisement -

MANILA – Tim putri Indonesia terpaksa menelan kekalahan pada laga kedua babak penyisihan Grup Y Badminton Asia Team Championships (BATC). Gregoria Marsika Tunjung dan kawan-kawan ditumbangkan oleh Thailand.

Pada pertandingan yang berlangsung di Rizal Memorial Coliseum, Manila, Filipina, Kamis (13/2) kemarin, Indonesia kalah 2-3 atas tim putri dari Negeri Gajah Putih tersebut. Gregoria tampil pertama untuk Indonesia setelah ia berhasil Busanan Ongbamrungphan.

Dalam waktu 36 menit, Gregoria menang dua set langsung dengan skor 21-16 dan 21-12. Dalam deuel tersebut, Gregoria cukup apik mengontrol jalannya pertandingan. Penempatan bola Gregoria juga seringkali menyulitkan pergerakan Ongbumrungphan. Sang lawan sering mati langkah dan tak dapat mengembalikan bola-bola yang diarahkan Gregoria.

“Saya tahu dia pemain yang ulet, terakhir ketemu memang ramai. Saya juga tidak memikirkan kemarin saya mainnya kurang enak, fokus ke pertandingan hari ini saja,” ujar Gregoria usai pertandinga seperti dikutip Fajar Indonesia Network (FIN) dari situs resmi PBSI, Kamis (13/2) kemarin.

Namun sayang di partai kedua dan ketiga, wakil Indonesia harus menelan kekalahan. Di partai kedua pasangan Apriyani Rahayu/Ni Ketut Mahadewi Istarani tumbang oleh pasangan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai lewat pertarungan rubber game dengan skor 13-21, 21-15 dan 17-21.

Sedangkan di partai ketiga, Ruselli Hartawan bertekuk lutut saat menghadapi Pornpawee Chochuwong dalam tiga gim dengan skor 19-21, 21-18 dan 16-21. Bertarung selama 69 menit, Ruselli tak berhasil mengulang sukses di SEA Games 2019, kala itu ia berhasil mengalahkan Chochuwong dengan skor 21-16, 10-21, 21-18.

BACA JUGA: Gebby Vesta Pesta Pora Lucinta Luna Ditangkap

“Sebetulnya permainan dia tidak banyak berbeda dengan di SEA Games kemarin, tapi waktu itu saya lebih mengatur irama permainan,” ujar Ruselli.

Ruselli mengaku kecewa karena tak mampu menyumbangkan poin untuk timnya. Akan tetapi, Ruselli bertekad akan memberikan yang terbaik jika kembali dipercaya pada laga berikutnya.

“Rasa kecewa pasti ada karena saya tidak bisa memberi poin kepada lawan. Tapi kalau besok dipercaya turun lagi, akan kasih yang lebih maksimal,” tutur Ruselli.

Harapan tim putri Indonesia untuk bisa meraih kemenangan dalam duel ini kembali muncul setelah pasangan ganda putri yang diturunkan di partai keempat yakni Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto berhasil meraih kemenangan dan membuat skor menjadi 2-2.

Fadia/Ribka sukses menyumbang poin kedua untuk tim Merah Putih usai mengatasi perlawanan Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong, dengan skor 21-17 dan 21-12.

Kemenangan ini sekaligus membayar kekalahan di SEA Games 2019 lalu, pada partai final beregu putri, Fadia/Ribka dikalahkan Chaladchalam/Muenwong dengan skor 8-21, 17-21.

“Setelah kekalahan di SEA Games, kami sadar kalau di level senior itu skill saja nggak cukup, jadi harus lebih siap juga mentalnya,” tutur Ribka.

Namun pada pertandingan penentu, Indonesia kembali mengalami kekalahan. Tunggal putri Choirunnisa yang saat itu tampil mewakili tim Merah Putih ditaklukkan Phittayaporn Chaiwan dua set langsung dengan skor 18-21 dan 10-21.

Dengan demikian, tim putri Indonesia kalah 2-3 atas Thailand. Gregoria cs hanya mampu meraih posisi runner up Grup Y. Sedangkan Thailand berada di posisi juara Grup. Sementara tuan rumah di peringkat terakhir tanpa kemenangan.

Selanjutnya, di babak perempatfinal, Tim Putri Indonesia akan berhadapan dengan juara dari grup lain yang ditentukan lewat pengundian, Kamis (13/2) kemarin malam, setelah semua partai penyisihan selesai dimainkan.

BACA JUGA: Komitmen Pemda Di-Deadline Sampai Mei

Alasan Apriyani tak Dipasangkan dengan Greysia Setelah tim putri Indonesia dikalahkan 2-3, manajer tim Indonesia, Susy Susanti buka suara terkait Apriyani Rahayu yang diturunkan dengan Ni Ketut Mahadewi Istarani bukan dengan Greysia Polii.

Sayangnya saat turun di partai kedua, Apriyani/Ni Ketut gagal menuyumbangkan poin seteleh mereka tumbang oleh pasangan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai lewat pertarungan rubber game dengan skor 13-21, 21-15 dan 17-21.

Menurut mantan pebulu tangkis nasional itu, tidak diturunkannya Greysia yang kerap berpasangan dengan Apriyani mempertimbangkan poin Olimpiade Tokyo 2020. “Pertimbangannya, selain kami mau mengistirahatkan Greysia, kalau melihat rekor pertemuan Greysia/Apriyani dengan ganda pertama Thailand kan menang-kalah. Kami mau mengamankan poin olimpiade mereka,” ujar Susy.

“Kalau kalah dari lawan yang rangkingnya di bawah, maka lawan akan mendapat poin sebesar 1/100 dari total poin rangking Greysia/Apriyani,” tambahnya.

Meski demikian, Susy menilai pertandingan antara Apriyani/Ni Ketutdengan Jongkolphan/Rawinda cukup sengit. Namun, Susy mengatakan Apriyani/Ni Ketut kerap melakuka kesalahan sendiri.

“Sebetulnya tadi cukup ramai dan sempat unggul, tapi di akhir ada kesalahan sendiri. Sedangkan Gregoria dan Fadia/Ribka mainnya bersih, bagus. Untuk Ruselli dan Choirunnisa, masih belum in ya, mainnya masih terburu-buru dan banyak error. Kami harus akui keunggulan Thailand,” jelasnya.

Terkait lawan di babak perempatfinal nanti, Susy mengatakan bahwa juara masing-masing grup yang bakal menjadi lawan tim putri Indonesia memiliki kekuatan yang cukup merata. Namun, Susy optimis tim putri Indonesia masih memiliki kesempatan untuk bisa meraih kemenangan. “Kekuatan para juara grup hampir merata, Jepang dan Korea masih yang terkuat. Kami masih punya kesempatan,” tandasnya. (gie/fin/tgr)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

[300x250]