WHO Khawatir Indonesia Belum ada Alat Deteksi Virus Corona

FOTO: AFP ISOLASI: Petugas medis mengenakan pakaian pelindung untuk membantu menghentikan penyebaran virus Corona mematikan yang dimulai di Kota Wuhan.

JAKARTA- Korban tewas akibat virus corona terus bertambah. Yang terbaru, dilaporkan, korban tewas sudah mencapai 908 orang. Sementara yang positif terinfeksi sebanyak 40.17, pada Senin (10/2).

Kini Ada sekitar 24 negara di dunia yang telah mengonfirmasikan warganya telah terinfeksi. Namun begitu, Indonesia hingga kini belum ada laporan satu pun warga yang terinfeksi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengingatkan bahwa, Indonesia harus berbuat lebih banyak untuk mempersiapkan kemungkinan wabah coronavirus. Negara dengan penduduk 270 juta itu, hingga kini belum melaporkan satu pun kasus infeksi.

WHO menginginkan agar Indonesia meningkatkan pengawasan, deteksi kasus dan persiapan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk jika terjadi wabah.

Perwakilan WHO di Indonesia, Dr Navaratnasamy Paranietharan, yang bekerja erat dengan Kementerian Kesehatan, mengatakan Indonesia telah mengambil langkah konkret termasuk penyaringan di perbatasan internasional dan menyiapkan rumah sakit yang ditunjuk untuk menangani kasus-kasus virus semacamnya.

“Indonesia sedang melakukan apa yang mungkin untuk dipersiapkan dan dipertahankan terhadap virus corona baru,” kata Dr Navaratnasamy dilansir The Sydney Morning Herald, Senin (10/2).

Dia mengatakan, masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan Indonesia di bidang pengawasan dan deteksi kasus corona. Telah dilakukan persiapan fasilitas kesehatan untuk mencegah penularan dan langka-langka pengendalian. “Ketersediaan alat tes khusus untuk mengonfirmasi nCoV [novel coronavirus] minggu ini adalah peningkatan yang signifikan dalam arah yang benar”. Ujarnya.

Sementara itu, Sydney Morning Herald dan The Age pekan lalu mengungkapkan bahwa Indonesia belum menerima alat tes khusus yang diperlukan untuk dengan cepat mendeteksi virus coronavirus.

Otoritas medis di Indonesia hanya telah mengandalkan tes pan-coronavirus yang secara positif dapat mengidentifikasi semua virus dalam keluarga korona (termasuk flu biasa, SARS dan MERS) pada seseorang.

Dengan alat itu, petugas medis memerlukan waktu hingga lima hari untuk mengurutkan gen demi bisa memastikan apakah seseorang benar-benar positif virus corona nCoV atau tidak.

Dr Paranietharan mengatakan WHO prihatin Indonesia belum melaporkan satu pun kasus yang dikonfirmasi di negara berpenduduk hampir 270 juta orang itu.

“Tetapi “kami telah diyakinkan oleh otoritas terkait bahwa pengujian laboratorium telah bekerja dengan baik,” ungkapnya.

Sejauh ini, negara-negara tetangga, Australia, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Kamboja dan Filipina semuanya telah mengonfirmasikan kasus coronavirus di negaranya. (dal/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here