Wahyu Ditanyai Soal Hasto

Wahyu-Setiawan-Komisioner-KPU-RI

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa dua tersangka kasus dugaan suap penetapan Pergantian Antarwaktu (PAW) Anggota DPR. Dua tersangka itu yakni mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dan pihak swasta Saeful.

Pelaksana Tugas Juru Bicara bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, keduanya diperiksa sebagai saksi untuk saling melengkapi berkas penyidikan. Wahyu diperiksa untuk Saeful dan eks Caleg PDIP Harun Masiku, sedangkan Saeful diminitai keterangan untuk Wahyu dan mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina.

“Hari ini penyidik memeriksa dua tersangka tindak pidana korupsi suap penetapan anggota DPR terpilih periode 2019-2024,” ujar Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (5/2).

Ali Fikri menjelaskan, pemeriksaan terhadap Wahyu dilakukan guna mendalami penerimaan dana suap dari Harun Masiku dan Saeful. Sedangkan terhadap Saeful, penyidik mendalami keterangan seputar pemberian dana suap ke Wahyu dan Agustiani.

Ditemui usai pemeriksaan, Wahyu mengaku dicecar oleh penyidik soal sosok serta hubungannya dengan Harun Masiku. Tak hanya itu, KPK juga mendalami sosok Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto ke Wahyu Setiawan.

“Hari ini saya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka pak Harun Masiku saya ditanya banyak sekali terkait apakah saya kenal dengan Pak Harun Masiku atau tidak, kenal dengan Pak Hasto atau tidak,” ungkap Wahyu.

Wahyu menjelaskan kepada penyidik bahwa dirinya sama sekali tidak mengenal sosok Harun Masiku. Kendati demikian, dirinya justru lebih mengenal sosok Hasto Kristiyanto.

“Ya saya jawab apa adanya bahwa saya tidak kenal Pak Harun Masiku dan saya mengenal Pak Hasto,” ucapnya.

Ada sekira 20 pertanyaan yang dilayangkan penyidik KPK terhadap Wahyu Setiawan pada pemeriksaan kali ini. Namun, kata Wahyu, yang paling ditekankan penyidik pada pemeriksaan kali ini yaitu soal sosok Harun Masiku dan Hasto Krsitiyanto.

“Ada 20an pertanyaan, tapi intinya itu. Saya memang tidak kenal (Harun Masiku), enggak pernah ketemu, enggak pernah komunikasi,” tutupnya.

Terpisah, Saeful yang juga ditemui usai pemeriksaan mengaku diperiksa guna melengkapi berkas penyidikan Wahyu. “Iya, tadi BAP tambahan, pelengkapan saksi untuk Pak Wahyu,” kata dia.

Saeful pun enggan berbicara banyak mengenai perkara yang menjeratnya. Namun, ia menekankan segala dana suap yang diberikannya kepada Wahyu berasal dari Harun Masiku.

“Semua dana dari Pak Harun, semuanya,” ucapnya.

Dalam perkara ini, Wahyu diduga meminta fee sebesar Rp900 juta untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR pengganti Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia. Namun Wahyu baru akan menerima Rp600 Juta dari proses pelolosan tersebut.

Uang Rp600 Juta dibagi dalam dua tahapan. Pada tahapan pertama, ada aliran suap Rp400 juta yang saat ini masih didalami sumbernya. Hanya saja, Wahyu hanya menerima senilai Rp200 Juta dari total Rp400 Juta. Sisanya atau senilai Rp200 Juta, diduga digunakan oleh pihak lain.

Namun, saat ini KPK baru menahan Wahyu Setiawan, Saeful, dan Agustiani Tio Fridelina. Sedangkan Harun Masiku, saat ini masih diburu oleh KPK. KPK sudah mendaftarkan Harun Masiku ke Polri sebagai buronan. (riz/gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here