Waspadai Gejolak Harga Beras Hingga Maret

Ilustrasi: Pixabay

JAKARTA – Gejolak Harga beras diperkirakan akan terus terjadi hingga Maret 2020. Karenanya, pemerintah harus mewaspadai kemungkinan tersebut karena panen baru dimulai pada bulan Maret.

Adapun daerah-daerah yang potensial mengalami gejolak harga beras antara lain Sumatera Barat, provinsi di Pulau Kalimantan, dan di Indonesia bagian Timur.

Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani (AB2TI), Dwi Andreas Santosa mengatakan, dampak dari kemarau panjang pada 2019 memengaruhi pasokan yang berkurang sehingga harga beras di sejumlah daerah bakal tinggi.

“Dari segi pasokan belum banyak karena panen baru akan dimulai pada Maret, selain itu ada kendala distribusi juga dari daerah yang mulai panen ke daerah yang belum. Ini yang perlu diantisipasi pemerintah,” kata Dwi, kemarin (3/2).

Menurut Dwi, tren kenaikan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani dan penggiling dianggap hal yang wajar. Kenaikan tersebut tidak lepas stok beras simpanan Perum Bulog yang berada di level aman.

Terpisah, Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Awaluddin mengungkapkan, stok cadangan beras yang disimpan perusahaan tersebut berada di angka 1,7 juta ton.

“Sepanjang 2020, perusahaan telah mendistribusikan 151.287 ton beras untuk operasi pasar,” kata dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama Januari 2020, rata-rata harga GKP di tingkat petani berada di level Rp5.273,00 per kg atau naik 1,13 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.371,00 per kg atau naik 1,09 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya.

Sementara rata-rata harga Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani naik 0,40 persen menjadi Rp5.798,00 dan di tingkat penggilingan Rp5.911,00 per kg atau naik 0,41 persen.

Pada Januari 2020, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan naik 1,98 persen menjadi Rp10.033,00 per kg. Untuk kualitas medium, terdapat kenaikan sebesar 2,51 persen menjadi Rp9.805,00 per kg dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp9.519,00 per kg atau naik sebesar 2,88 persen.

Beras menjadi salah satu komoditas utama yang turut menyumbang inflasi di Januari 2020 yang sebesar 0,39 persen. Andil beras sebesar 0,03 persen pada inflasi nasional.

Meski demikian, bila dibandingkan dengan periode Januari 2019, maka harga beras justru mengalami penurunan. Terdiri dari beras kualitas medium turun 0,98 persen dari seharga Rp9.903 per kg dan beras premium turun 0,78 persen dari seharga Rp10.111 per kg. Sedangkan harga beras luar kualitas 0,18 persen dari Januari 2019 yang sebesar Rp9.536 per kg. (din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here