Khawatir Longsor, Warga Harapkan Pembangunan Talud
MURATARA - Tingginya curah hujan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), membuat masyarakat yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) merasa was-was. Pasalnya, kondisi tebing di pinggir aliran Sungai Rawas semakin terkikis dan bisa menyebabkan longsor.
Taufik Said (35) warga Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit mengaku, bencana longsor bisa kapan saja terjadi melihat kondisi tebing semakin mengkhawatirkan. Apalagi jika kondisi ini terus dibiarkan.
Mewakili masyarakat, Taufik berharap pemerintah segera mengambil tindakan terkait kondisi ini, sebelum ada korban.
"Makanya sekarang banyak rumah milik warga yang dibongkar, karena takut terkena longsor," ungkap Taufik.
Rasa was-was akan bencana longsor juga dirasakan oleh warga di Desa Biaro Lama, Kecamatan Karang Dapo. Iwan (36) warga setempat juga mengharapkan adanya pembangunan talut di desanya. Karena saat ini banyak rumah penduduk yang terancam longsor, apabila tidak segera dibangun talut.
Dijelaskan Iwan, untuk saat ini rumah warga dengan sungai sudah semakin dekat. Jaraknya hanya satu meter dari sungai.
"Wajar kalau masyarakat was-was jika terjadi longsor. Warga sempat membuat talut sementara menggunakan kayu, tapi tidak bisa bertahan lama dan tidak mampu menahan terjangan air," ungkapnya.
Sementara itu Camat Rupit, Deni Andri mengatakan apa yang menjadi keluhan warga telah pihaknya terima dan mereka tindak lanjuti. Pihaknya juga terus mengimbau agar warga tetap waspada, mengingat tingginya curah hujan akhir-akhir ini.
"Hujan deras mengakibatkan tanah lembut, retak-ratak, untuk itu warga yang tinggal di pinggir sungai harus selalu waspada bencana longsor dan banjir ," ungkapnya singkat. (fji)