PDIP Sebut Revitalisasi Monas sebagai Kejahatan Lingkungan

Revitalisasi Monas 190 Pohon Ditebang - FAJAR INDONESIA NETWORK
FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

JAKARTA- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menebang sebanyak 190 pohon di kawasan Monumen Nasional (Monas) guna proyek revitalisasi. Pengerjaan ini mendapat kritikan keras dari PDI-Perjuangan.

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan, Junimart Girsang  menyebutkan, proyek revitalisasi Monas sebagai kejatahan lingkungan. “Revitalisasi Monas ini kejahatan lingkungan, ini revitalisasi liar,” kata Junimart dalam rapat kerja antara Komisi II DPR dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan Sekretaris Kabinet (Seskab) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (28/1).

Junimart menilai,  proyek revitalisasi Monas tidak patuh pada Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah DKI Jakarta. Ia menyayangkan nasib pohon yang ditebang, yang seharusnya berfungsi sebagai penyaring udara dan peresapan air ketika hujan

“Bagaimana nasib pohon yang ditebang. Itu mestinya dipelihara, pak, tapi itu ditebang gubernur. Ini bagaimana, pak? Apakah penebangan tersebut sudah mendapat izin? Jangan dibiarkan, ini kejahatan lingkungan,” ujar Junimart.

Senada dikatakan Endro S Yahman dari partai yang sama. Endro menilai revitalisasi Monas tidak berjalan dengan koordinasi yang baik sehingga timbul pro-kontra.

“Ini aset negara atau aset DKI Jakarta? Sertifikat yang pegang siapa? Dan bagaimana Mensesneg melakukan tugas pengawasan revitalisasi Monas yang sekarang jadi polemik di media massa dengan penerbangan pohonnya. Ini fungsi pengawasannya bagaimana?” tanya Endro S Yahman kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno dalam rapat tersebut.

Menanggapi polemik itu, Pratikno mengatakan, pihaknya akan menyurati Pemprov DKI untuk hentikan aktifitas revitalisasi di kawasan Monas. Dia membenarkan bahwa revitalisasi itu belum mengantongi izin.

“Karena itu jelas ada prosedur yang belum dilalui, ya kita minta untuk distop dulu,” Pratikno usai rapat di Istana Kepresidenan. “Kita surati saja,” sambungnya. (dal/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here