BOS Daerah Untuk MA Terlalu Kecil
PURWOKERTO - Nominal BOS daerah (BOSDA) yang akan didapat oleh Madrasah Aliyah (MA) mulai tahun 2020 dinilai terlalu kecil. Kepala MAN 2 Banyumas, Drs H. Mahmurroji M.Pd mengaku telah mendengar rencana nominal tersebut tersebut.
Dirinya, sebagai Kepala MAN 2 Banyumas yang terakreditasi A sepakat bila BOSDA untuk MA diberikan kepada MA dengan akreditasi dibawahnya yaitu B dan C.
"Saya berbicara untuk MAN 2 Banyumas. MAN lain bisa saja pandangannya berbeda," katanya ketika ditemui Radarmas, Senin (27/1).
Mahmurroji menjelaskan, BOSDA untuk MA sepengetahuannya sebesar Rp 150.000 per tahun per anak. Maka, dari perhitungannya maka penerimaan yang diterima madrasah per bulannya hanya Rp 12.500 per anak.
Nominal tersebut jika diterima dan berbicara untuk lingkup MAN 2 Banyumas dengan segala operasionalnya sudah barang tentu terlalu kecil untuk membiayai berbagai kegiatan yang tidak tercover oleh BOS reguler yang selama ini terbantu dengan SPP dan sumbangan Peran Serta Masyarakat (PSM). Contoh kegiatan ialah POPDA dan Pekan Olahraga Dan Seni Madrasah Aliyah (POSMA).
"Kalau MAN 2 Banyumas menerima BOSDA justru efeknya bisa seperti tersandera," terang dia.
Dirinya menegaskan sebagai pengurus Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3M), dirinya sudah bertemu dengan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jateng terkait BOSDA untuk MA. Meski di awal sempat muncul penolakan, pada akhirnya pihaknya tetap menghormati kebijakan Gubernur tersebut dengan dikeluarkannya beberapa rekomendasi.
"Ketika MA menerima BOSDA, selayaknya madrasah tetap diperbolehkan menerima SPP," pungkas Ketua K3MA Banyumas tersebut. (yda)