Torino 0-7 Atalanta: Ilicic Senang, Torino Berang

ATALANTA – “Saya hanya bisa minta maaf, tapi inilah yang terjadi,” kalimat pembuka yang diucapkan Pelatih Torino Walter Mazarri usai anak asuhnya dipermalukan Atalanta, dini hari kemarin.

Ya, Atalanta berpesta tujuh gol tanpa balas. Kekalahan itu tidak hanya menciptakan kesedihan, melainkan sejarah terburuk bagi I Granata-julukan Torino.

Rival sekota Juventus ini tidak pernah kebobolan tujuh gol dalam laga kandangnya. Para Ultras pendukung klub Kota Turin yang memenuhi tribun langsung meninggalkan stadion, 30 menit sebelum laga selesai. Di luar stadion, mereka memprotes dan melecehkan Presiden Torino Urbano Kairo dan pelatih Mazzarri.

Beberapa pemain, terutama Lorenzo De Silvestri dan striker tim muda Vincenzo Millico, menangis saat wasit membunyikan peluit terakhir.

“Saya sudah memberi tahu para pemain bahwa kami akan langsung menjalani ritiro (pemusatan pelatihan) maka kami akan tahu hasilnya nanti, ” ujar Mazzarri kepada DAZN.

Pesta gol Atalanta diwarnai kilau pemain 31 tahun, Josip Ilicic, yang sukses mencatat hat-trick.

Hat-trick itu membuat Ilicic tercatat dengan tinta emas debut tiga musimnya bersama tim berlogo perempuan dengan rambut terurai itu. Meski bermain di kandang lawan, Atalanta memang masih terlalu superior dari tuan rumah. Hanya butuh 17 menit bagi Atalanta untuk membuka keran gol melalui Ilicic.

Gol kedua dicetak Robin Gosens pasa menit 29. Kemudian, penalti Duvan Zapatan di menit 46. Butuh dua menit bagu Ilicic kemudian menggenapi hattrick-nya. Pemain Timnas Slovenia itu kembali mencetak dua gol kilat di menit 53 dan 54.

Pada menit 82, pelatih Gian Piero Gasperini mengganti Gosens dengan Luis Muriel. Bak dewa kematian, Atalanta menambah dua gol lagi melalui Muriel. Yang pertama dia cetak dari titik penalti menit 86. Yang kedua dia ciptakan dari assist Alejandro Gomez menit 88.

“Ide pertama saya adalah mengejar gol dan menang,” ujar Illic kepada Football Italia.

Illic menjadi satu-satunya pemain yang setiap musimnya mencetak satu hat-trick di Serie A terakhir.Pria yang yang akan berusia 32 tahun beberapa minggu lagi itu telah mengemas 13 gol dalam 17 penampilan Serie A musim ini.

“Saya langsung merebut bola, karena putri saya ingin melihat saya menciptakan hat-trick,” tandasnya.

Sepanjang sejarahnya di Serie A, Atalanta sudah delapan kali mencetak setidaknya lima gol dalam sebuah pertandingan. Enam di antaranya mereka lakukan bersama sang pelatih Gian Piero Gasperini, sejak 2016/17. (selengkapnya lihat infografis). (fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here