Panja Jiwasraya Segera Panggil Erick Thohir

FIN.CO.ID – Pekan ini, Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya Komisi VI DPR akan memanggil sejumlah tokoh. Salah satunya Menteri BUMN Erick Thohir.

Anggota Panja Jiwasraya Komisi VI DPR Achmad Baidowi mengatakan pihaknya telah menyusun jadwal pemanggilan pihak-pihak terkait pada pekan ini. Selain itu, Panja juga akan mengundang untuk menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan pakar asuransi dan pakar saham. Tujuannya agar panja mendapatkan gambaran skema jasa asuransi dan pasar modal.

“Hal ini penting untuk mengetahui dimana letak maladministrasi tata kelola Jiwasraya. Kita akan gelar RDPU Selasa (28/1),” katanya dalam keterangannya, Minggu (26/1).

Sekretaris Fraksi PPP DPR itu, mengatakan panja juga akan mengundang Menteri BUMN Erick Thohir dan Direksi Jiwasraya pada Rabu (29/1). Pemanggilan itu untuk mengetahui persoalan secara detail dan skema yang dilakukan terkait pengamanan uang negara dan penyelamatan uang nasabah.

“Bagaimana skemanya, pemerintah menargetkan pengembalian uang nasabah selama waktu 4 tahun. Apakah bisa dipercepat pengembaliannya,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan, panja juga akan mengundang direksi lama Jiwasraya, bahkan yang ditahan pun akan diupayakan hadir berkoordinasi dengan komisi terkait.

“Panja Jiwasraya akan memanggil Menteri BUMN sebelumnya untuk mengungkap persoalan agar tidak saling menyalahkan,” ujarnya pula.

Setelah itu, Panja Jiwasraya juga akan mendengarkan keterangan BPK, OJK, akuntan publik, dan PPATK.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono menjelaskan dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) ternyata by design. Atau dengan istilahnya telah direncanakan. Pelaku sudah menghitung, mengkalkulasi, dan merencanakan hasil apa yang bakal dia dapat.

“Itulah barangkali yang dimaksud oleh Pak Dirdik (Direktur Penyidikan),” kata Hari.

Dia menjelaskan, skema transaksi Jiwasraya ini adalah menerima uang dari masyarakat untuk membeli polis dengan program tertentu yang dijanjikan dengan bunga yang signifikan. Bahkan di angka kisaran tujuh persen yang membuat masyarakat tertarik.

“Nah ini kalau tidak didesign, menurut pengamatan kami, maka tidak mungkin. Kalau nanti duit masuk, nanti seperti apa, direncanakan lagi, sepeti apa dan akhirnya terjadi seperti ini,” jelasnya.

Hal ini terus dikembangkan penyidik untuk menggali keterangan dari para saksi yang nanti pada ujungnya pemeriksaan tersangka.

“Penyidik akan membangun konstruksi hukum yang benar-benar luas agar masyarakat dapat melihat bahwa apa yang pernah disampaikan terhadap design itu menguntungkan pihak-pihak tertentu,” ujarnya.(gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here