Pengamen Usia Pelajar Marak di Pangkalpinang
PANGKALPINANG - Beberapa titik Persimpangan di Kota Pangkalpinang saat ini mulai marak dihiasi para pengamen. Mirisnya, para pengamen tersebut kebanyakan terlihat masih berusia pelajar.
Pantauan Babel Pos, sejak Senin (21/1) lalu, beberapa anak-anak terlihat sedang mengamen di perempatan Jalan Muntok. Dengan bermodal gitar, mereka menyanyi dari satu pengendara ke pengendara lain. Tak sedikit para pengendara dibuat risih, apalagi mereka beroperasi di saat jam sekolah.
"Apa mereka nggak sekolah, jam segini (pukul 10.00-red) sudah ngamen, mana peran pemerintah," celetuk salah seorang pengendara motor, Ryan.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Pangkalpinang, Rika Komarina, saat dikonfirmasi Babel Pos, Rabu (22/1) mengaku belum mendapatkan laporan terkait aksi para pengamen yang dinilai meresahkan masyarakat tersebut.
Kendati demikian, pihaknya akan segera melakukan patroli sosial melalui bidang rehabilitasi sosial.
"Patroli sosial ini sebenarnya rutin kita gelar, cuma terkadang mereka ini pintar, mereka beroperasi di saat petugas tidak ada, artinya mereka ini main kucing-kucingan dengan petugas," ungkap Rika.
Rika mengatakan, biasanya dalam patroli yang dilakukan petugas, tak sedikit gelandangan, pengemis maupun pengamen yang diamankan. Namun saat diamankan, pihaknya hanya memberikan pembinaan melalui asesmen dan memanggil orangtua jika yang diamankan masih kategori anak-anak.
"Tapi kalau mereka tertangkap lagi, kita sudah memberikan peringatan bahwa mereka akan disanksi. Kalau mereka pelajar, tahun ini kita ada wacana agar mereka disuruh menghafal pelajaran sekolah dan ngaji bagi yang muslim," tegas Rika.
Menurut Rika, di penghujung dan awal tahun, para gepeng dan pengamen memang marak, apalagi di saat libur sekolah. Dari hasil pendataan, faktor penyebabnya lebih dominan ialah anak yang bersangkutan dan bukan karena faktor ekonomi keluarga.
"Malah para orangtua kebanyakan tidak tahu dengan aksi mereka ini, kecuali mereka yang datang dari luar Pangkalpinang yang putus sekolah dan mereka nyari uang untuk mereka sendiri. Makanya, di sini kami juga berharap peran dari para orangtua terutama dalam mengawasi pergaulan anaknya, jangan sampai pergaulan anak kalah dengan faktor lingkungan," imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan Rika, sebelumnya Pemkot Pangkalpinang sudah mencanangkan bahwa Pangkalpinang bebas anak jalan. Hal itu untuk mendukung mewujudkan Pangkalpinang menjadi kota layak anak.
"Ini lah yang harus kita pertahankan. Untuk itu, kami berharap hal ini juga bisa didukung semua pihak mulai dari instansi terkait hingga masyarakat, terutama para orangtua karena usia anak-anak belum saatnya untuk mencari nafkah," tandas Rika. (pas)