News . 23/01/2020, 21:24 WIB
[caption id="attachment_430495" align="alignnone" width="696"]
Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Sejumlah kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Menteri Tenaga Kerja yang juga Wakil Ketua Umum DPP PKB, Ida Fauziah didampingi Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Daniel Johan dan Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid mewakili Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskanadar bersama komunitas Tionghoa seluruh Indonesia merayakan Tahun Baru Imlek 2571/ 2020 dengan mengangkat tema Pancasila Tegak, Kebhinekaan Kuat, Maju Indonesiaku di Jakarta. Rabu malam (22/1/2020). Refleksi Imlek 2020 bertujuan untuk mengenang KH Abdurrachman Wahid atau Gus Dur saat mencabut Instruksi Presiden tentang larangan perayaan Imlek bagi kaum Tionghoa secara terbuka sehingga mendapat gelar Bapak Tionghoa Indonesia. Bagi PKB Imlek adalah peringatan untuk selalu mewujudkan keadilan, persamaan dan keadilan bahwa semua warga negara adalah sama di depan hukum. Tidak boleh terjadi diskriminasi di Indonesia termasuk terhadap etnis Tionghoa.[/caption]
[caption id="attachment_430494" align="alignnone" width="696"]
Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Sejumlah kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Menteri Tenaga Kerja yang juga Wakil Ketua Umum DPP PKB, Ida Fauziah didampingi Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Daniel Johan dan Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid mewakili Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskanadar bersama komunitas Tionghoa seluruh Indonesia merayakan Tahun Baru Imlek 2571/ 2020 dengan mengangkat tema Pancasila Tegak, Kebhinekaan Kuat, Maju Indonesiaku di Jakarta. Rabu malam (22/1/2020). Refleksi Imlek 2020 bertujuan untuk mengenang KH Abdurrachman Wahid atau Gus Dur saat mencabut Instruksi Presiden tentang larangan perayaan Imlek bagi kaum Tionghoa secara terbuka sehingga mendapat gelar Bapak Tionghoa Indonesia. Bagi PKB Imlek adalah peringatan untuk selalu mewujudkan keadilan, persamaan dan keadilan bahwa semua warga negara adalah sama di depan hukum. Tidak boleh terjadi diskriminasi di Indonesia termasuk terhadap etnis Tionghoa.[/caption]
[caption id="attachment_430493" align="alignnone" width="696"]
Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Sejumlah kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Menteri Tenaga Kerja yang juga Wakil Ketua Umum DPP PKB, Ida Fauziah didampingi Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Daniel Johan dan Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid mewakili Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskanadar bersama komunitas Tionghoa seluruh Indonesia merayakan Tahun Baru Imlek 2571/ 2020 dengan mengangkat tema Pancasila Tegak, Kebhinekaan Kuat, Maju Indonesiaku di Jakarta. Rabu malam (22/1/2020). Refleksi Imlek 2020 bertujuan untuk mengenang KH Abdurrachman Wahid atau Gus Dur saat mencabut Instruksi Presiden tentang larangan perayaan Imlek bagi kaum Tionghoa secara terbuka sehingga mendapat gelar Bapak Tionghoa Indonesia. Bagi PKB Imlek adalah peringatan untuk selalu mewujudkan keadilan, persamaan dan keadilan bahwa semua warga negara adalah sama di depan hukum. Tidak boleh terjadi diskriminasi di Indonesia termasuk terhadap etnis Tionghoa.[/caption]
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id