Gus Dur, Bapak Thionghoa Indonesia

Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Sejumlah kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Menteri Tenaga Kerja yang juga Wakil Ketua Umum DPP PKB, Ida Fauziah didampingi Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Daniel Johan dan Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid mewakili Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskanadar bersama komunitas Tionghoa seluruh Indonesia merayakan Tahun Baru Imlek 2571/ 2020 dengan mengangkat tema “Pancasila Tegak, Kebhinekaan Kuat, Maju Indonesiaku” di Jakarta. Rabu malam (22/1/2020). Refleksi Imlek 2020 bertujuan untuk mengenang KH Abdurrachman Wahid atau Gus Dur saat mencabut Instruksi Presiden tentang larangan perayaan Imlek bagi kaum Tionghoa secara terbuka sehingga mendapat gelar Bapak Tionghoa Indonesia. Bagi PKB Imlek adalah peringatan untuk selalu mewujudkan keadilan, persamaan dan keadilan bahwa semua warga negara adalah sama di depan hukum. Tidak boleh terjadi diskriminasi di Indonesia termasuk terhadap etnis Tionghoa.
Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Sejumlah kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Menteri Tenaga Kerja yang juga Wakil Ketua Umum DPP PKB, Ida Fauziah didampingi Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Daniel Johan dan Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid mewakili Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskanadar bersama komunitas Tionghoa seluruh Indonesia merayakan Tahun Baru Imlek 2571/ 2020 dengan mengangkat tema “Pancasila Tegak, Kebhinekaan Kuat, Maju Indonesiaku” di Jakarta. Rabu malam (22/1/2020). Refleksi Imlek 2020 bertujuan untuk mengenang KH Abdurrachman Wahid atau Gus Dur saat mencabut Instruksi Presiden tentang larangan perayaan Imlek bagi kaum Tionghoa secara terbuka sehingga mendapat gelar Bapak Tionghoa Indonesia. Bagi PKB Imlek adalah peringatan untuk selalu mewujudkan keadilan, persamaan dan keadilan bahwa semua warga negara adalah sama di depan hukum. Tidak boleh terjadi diskriminasi di Indonesia termasuk terhadap etnis Tionghoa.
Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Sejumlah kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Menteri Tenaga Kerja yang juga Wakil Ketua Umum DPP PKB, Ida Fauziah didampingi Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Daniel Johan dan Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid mewakili Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskanadar bersama komunitas Tionghoa seluruh Indonesia merayakan Tahun Baru Imlek 2571/ 2020 dengan mengangkat tema “Pancasila Tegak, Kebhinekaan Kuat, Maju Indonesiaku” di Jakarta. Rabu malam (22/1/2020). Refleksi Imlek 2020 bertujuan untuk mengenang KH Abdurrachman Wahid atau Gus Dur saat mencabut Instruksi Presiden tentang larangan perayaan Imlek bagi kaum Tionghoa secara terbuka sehingga mendapat gelar Bapak Tionghoa Indonesia. Bagi PKB Imlek adalah peringatan untuk selalu mewujudkan keadilan, persamaan dan keadilan bahwa semua warga negara adalah sama di depan hukum. Tidak boleh terjadi diskriminasi di Indonesia termasuk terhadap etnis Tionghoa.
Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Sejumlah kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Menteri Tenaga Kerja yang juga Wakil Ketua Umum DPP PKB, Ida Fauziah didampingi Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Daniel Johan dan Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid mewakili Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskanadar bersama komunitas Tionghoa seluruh Indonesia merayakan Tahun Baru Imlek 2571/ 2020 dengan mengangkat tema “Pancasila Tegak, Kebhinekaan Kuat, Maju Indonesiaku” di Jakarta. Rabu malam (22/1/2020). Refleksi Imlek 2020 bertujuan untuk mengenang KH Abdurrachman Wahid atau Gus Dur saat mencabut Instruksi Presiden tentang larangan perayaan Imlek bagi kaum Tionghoa secara terbuka sehingga mendapat gelar Bapak Tionghoa Indonesia. Bagi PKB Imlek adalah peringatan untuk selalu mewujudkan keadilan, persamaan dan keadilan bahwa semua warga negara adalah sama di depan hukum. Tidak boleh terjadi diskriminasi di Indonesia termasuk terhadap etnis Tionghoa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here