Tiga Fokus Utama TNI-Polri 2020

    JAKARTA – Ada tiga fokus utama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri pada tahun 2020 ini. Salah satu yang paling membutuhkan konsentrasi lebih adalah pemilihan kepala daerah (Pilkada).

    Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis dalam pernyataannya mengingatkan kepada seluruh personelnya tentang tiga program kerja utama pada 2020.

    Panglima menyebut program kerja pertama yakni pengamanan Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada September 2020.

    “TNI dan Polri harus bisa mensukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi ini dengan saling bersinergi memberikan pengamanan yang optimal guna menciptakan stabilitas keamanan nasional,” kata Hadi Tjahjanto, di Pangkalan Utama TNI AL IX/Ambon, Maluku, Jumat (17/1).

    Hal kedua, lanjutnya, meminta para prajurit menjaga netralitas dan profesionalitas selama penyelenggaraan Pilkada serentak.

    “Harapan kita semua pelaksanaan pilkada serentak dapat berjalan aman, lancar, dan sukses, terutama sesuai dengan komitmen kita bersama yaitu anggota TNI dan Polri tetap harus netral dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ucap dia.

    Hadi mengatakan program kerja kedua tersebut juga terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua.

    “Personel TNI dan Polri harus solid dalam menyukseskan hal itu (PON dan Pilkada),” katanya.

    Berdasarkan pengalaman berbagai gelaran nasional dan internasional yang dilaksanakan pada 2018 maupun 2019, Hadi optimistis para prajurit mampu menjalankan tugas dengan baik.

    “Kita harus mensukseskan kegiatan ini dengan baik. Oleh sebab itu kita masih memiliki waktu yang cukup panjang untuk merencanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dan saya yakin bahwa kegiatan ini bisa berjalan aman dan lancar berkat pengalaman tahun 2018 dan 2019,” ujarnya.

    Kemudian, program kerja ketiga adalah penanggulangan bencana alam yang berpotensi terjadi pada 2020.

    Ia meminta prajurit TNI-Polri dapat bersinergi dalam mengantisipasi kemungkinan adanya bencana alam yang terjadi di tahun ini, seperti bencana banjir dan tanah longsor di awal tahun, serta bencana kekeringan di pertengahan hingga akhir tahun.

    “Kita seluruh unit TNI maupun polri menyiapkan diri untuk membantu masyarakat apabila terjadi banjir dan tanah longsor, dan setelah hujan lebat kita akan masuk pada musim kemarau yang panjang, yaitu kemungkinan akan terjadi gagal panen dan kekurangan air. Semua itu harus bisa kita antisipasi dengan baik,” kata dia.

    Ia juga mengingatkan kepada prajurit TNI-Polri untuk menjaga keseimbangan alam dengan tidak dilakukannya eksploitasi sumber daya alam yang tidak sesuai aturan.

    Sementara Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menegaskan netralitas para anggota TNI-Polri saat Pilkada serentak 2020 merupakan harga mati.

    “Netralitas itu harga mati. Pesan saya selaku pimpinan Polri terhadap seluruh rekan-rekan sekalian, pegang teguh netralitas, kamu tidak ke kiri, tidak ke kanan, tetapi kamu ikuti saja tugas yang sudah diberi oleh pimpinanmu, komandanmu, Insya Allah semuanya pelaksanaan Pilkada nanti akan aman dan terkendali,” katanya.

    Idham mengaku telah mengirimkan telegram kepada seluruh jajarannya. Selain menekankan tentang netralitas dan profesionalitas, dalam telegram itu juga meminta agar para personel dapat melaksanakan pengamanan Pilkada serentak di 270 daerah secara optimal.

    “Kita harus melaksanakan pengamanan Pilkada yang akan nanti dilaksanakan di seluruh Indonesia dengan jumlah 270 (daerah) itu dan harus netral,” ucapnya.

    Idham pun menegaskan apabila ada anggota Polri yang kedapatan tidak netral, maka dia tidak akan segan-segan untuk memberikan tindakan tegas.

    “Kalau ada anggota kepolisian yang tidak netral, saya tindak,” ucapnya menegaskan.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here