Segera Disidang, Bartholomeus Toto Berharap Firli

Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Mantan Deputi Penindakan yang kini menjadi Calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Irjen Firli Bahuri hadir dalam uji kepatutan dan kelayakan (Fit and proper test) di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019)

JAKARTA – Berkas perkara kasus yang membelit mantan Presiden Direktur (Presdir) PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto telah selesai. Dia akan segera disidang di Bandung, Jawa Barat. Bartholomeus Toto yakin Ketua KPK Firli akan menaruh perhatian pada kasusnya.

Pelaksana Tugas Juru Bicara bidang Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan tim penyidik telah merampungkan penyidikan kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan tersangka Bartholomeus Toto. Penyidik telah melimpahkan berkas perkara, barang bukti, dan tersangka ke penuntutan tahap II.

“Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti, dan tersangka BTO (Bartholomeus Toto), tindak pidana korupsi suap terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi ke penuntutan tahap 2,” ujar Ali Fikri kepada awak media, Jumat (17/1).

Ali Fikri mengatakan, sidang terhadap Toto rencananya bakal digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat. Seiring dengan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK memiliki batas waktu maksimal 14 hari untuk menyusun surat dakwaan.

Toto diketahui juga menjalani pemeriksaan hari ini. Dalam pemeriksaan, ia mengaku hanya menandatangani berkas perkara yang akan dilimpahkan oleh penyidik ke penuntut umum.

Hanya saja, hingga kini ia mengaku tak mengerti mengapa KPK bisa menetapkan dirinya sebagai tersangka dalam perkara ini.

“Kalau pun sampai saat ini saya tidak mengerti apa yang ditersangkakan kepada saya,” kata Toto usai pemeriksaan.

Kendati demikian, Toto meyakini KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri cs serta Dewan Pengawas (Dewas) bakal menaruh perhatian lebih terhadap kasusnya.

Ia pun mempersilakan publik untuk menyaksikan persidangan yang bersifat terbuka. Nanti publik akan mengetahui fakta-fakta seputar dugaan keterlibatan dirinya dalam kasus ini.

“Saya meyakini pimpinan KPK di bawah Pak Firli bersama Dewas akan memperhatikan kasus saya. Nanti teman-teman media agar mengikuti persidangan untuk melihat fakta yang ada. Saya rasa sekian,” ucap Toto.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bortholomeus Toto dalam perkara dugaan suap terkait dengan pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Toto diduga menyuap mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin senilai Rp10,5 miliar. Uang diberikan kepada Neneng melalui orang kepercayaannya dalam beberapa tahap.

PT Lippo Cikarang sendiri disinyalir merupakan sumber uang suap untuk sejumlah pihak dalam mengurus perizinan proyek Meikarta.

Selain Toto, KPK juga menetapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap terkait dengan Pembahasan Substansi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi Tahun 2017.

Iwa Karniwa diduga telah menerima uang Rp900 juta dari Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili untuk menyelesaikan proses RDTR.

Perda RDTR Kabupaten Bekasi itu diperlukan untuk kepentingan perizinan proyek Meikarta. Uang yang diberikan Neneng Rahmi kepada Iwa diduga berasal dari PT Lippo Cikarang.

Diketahui, sebelum Toto dan Iwa, KPK lebih dulu menjerat Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Billy Sindoro. KPK turut menetapkan tujuh orang lainnya. Mereka di antaranya pegawai Lippo Group Henry Jasmen, dua konsultan Lippo Group, Taryudi dan Fitra Djaja Purnama.

Kemudian Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi Sahat M Nohor, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Bekasi Kabupaten Dewi Tisnawati, serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi. Kesembilan tersangka itu kini sudah divonis bersalah. (riz/gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here