Ganda Campuran Melempem

FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

JAKARTA – Indonesia dipastikan tidak gagal meraih gelar di nomor ganda campuran di Indonesia Masters 2020. Hal itu terjadi usai satu-satunya wakil ganda campuran Merah Putih satu-satunya, Praveen Jordan/Melati Daeva terhenti di babak perempatfinal, kemarin.

Sejatinya, Indonesia mengirimkan tujuh wakil pada nomor ganda campuran di turnamen level Super 500 tersebut. Keenam wakil itu adalah, Tontowi Ahmad/Apriyani Rahayu, Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika, Rinov Rivaldy/Pitha Hanigtyas Mentari, Hafiz Faizal/Gloria Widjaja, Adnan Maulana/Mychelle Crhystie Bandaso, Ricky Karandasuwardi/Pia Zebadiah Bernadet serta Praveen/Melati.

Pasangan Tontowi/Apiryani dan Alfian/Annisa yang tembus ke babak utama harus melewati babak kualifikasi kandas di babak kedua. Sedangkan, Rinov/Mentari, Hafiz/Gloria, Adnan/Mychelle dan Ricky/Pia sudah terhenti sejak babak pertama.

Terakhir, Praveen/Melati yang terhenti di babak perempatfinal Indonesia Masters 2020 ini. Hasil itu didapat usai, unggulan kelima yang juga menempati ranking lima dunia itu dikalahkan oleh pasangan non unggulan asal Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue.

Pada pertandingan yang berlangsung di Istora, Kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (17/1) kemarin, Praveen/Melati kalah lewat pertarungan rubber game dengan skor 19-21, 21-14 dan 18-21 dalam waktu 63 menit.

Sejak awal set pertama, Praveen/Melati lebih sering tertinggal dari sang lawan. Bahkan, hingga interval, Praveen/Melati teringgal 8-11. Usai interval, Praveen/Melati masih dalam tekanan sang lawan, hingga akhirnya mereka harus menyerahkan set pertama dengan skor 19-21.

Memasuki set kedua, pertarungan semakin sengit. Kejar mengejar angka terus tersaji. Namun, di set kedua ini, Praveen/Melati terlihat lebih solid. Alhasil, mereka berhasil memenangkan set kedua dengan skor cukup meyakinkan yakni 21-14 dan memaksa adanya pertarungan rubber game.

Pada set penentuan, Praveen/Melati sempat melesat lebih dulu. Praveen/Melati menjaga keunggulan hingga angka 10-7 namun akhirnya berbalik terttinggal 10-12 setelah Gicque/Delrue meraih lima poin beruntun. Praveen/Melati menjawab dengan menyamakan skor menjadi 12-12.

Usai menyamakan kedudukan, pertandingan semakin sengit dan menegangkan. Tak ayal hal itu membuat penonton di Istora, Senayan semakin bergemuruh saat poin-poin kritis terjadi. Namun sayang, dukungan suporter di Istora tak mampu membuat Praveen/Melati meraih kemenangan.

Saat kedudukan 18-18, ganda Perancis mampu merebut dua poin beruntun dan mendapat match point di angka 20-18. Gicquel/Delrue tak menyia-nyiakan kesempatan match point pertama mereka. Pertandingan berakhir dengan skor 21-18 di gim ketiga.

“Memang cukup disayangkan kekalahan itu (set ketiga, red). Padahal sejak awal kita bisa memimpin, saat poin 11 kita baya membuat kesalahan, ya finishing-nya masih kurang. kita sering membaut kesalahan di poin kritis,” ungkap Melati kepada wartawan usai pertandingan.

“Lawan kan bukan unggulan, mereka main nothing to lose, yang penting mereka fight saja, padahal rangking berapa? Mereka main nggak ada beban, sedangkan kami main di kandang sendiri dan statusnya unggulan. Kalau soal kelebihan lawan, pemain Eropa itu main strategi saja, kalau teknik hampir merata,” tambah Praveen.

Tehentinya di babak perempatfinal Indonesia Masters 2020 tak emmbuat Praveen/Melati patah semangat. Mereka mengaku akan tetap berusahan memperbaiki kesalahnnya untuk tetap optiis menatap Olimpiade 2020 di Tokyo, jepang.

Tak hanya Olimpiade, salah satu pasangan ganda campuran andalan Indonesia itu juga menargetkan meraih hasil terbaik di All England 2020 yang bakal berlangsung di Brimingham, Inggris, 11-15 Maret 2020, mendatang.

“Walaupun kalah disini (Indonesia Masters 2020), tahun ini kami goal-nya di All England dan Olimpiade 2020, tidak berubah, jadi kami akan tetap fokus kedua turnamen itu. Namun kami dapat pelajaran di Malaysia Masters dan Indonesia Masters 2020 ini,” tutur Praveen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here