MADRID – Real Madrid memang masih harus berusaha keras, untuk terus menempel Barcelona, yang saat ini memuncaki klasemen sementara La Liga. 

Akan tetapi, Madrid yang berbagi poin dengan Barca, 40 poin dari 19 laga, kalah jumlah produksi gol dari rival abadinya, masih punya peluang untuk menutup musim ini, dengan trofi La Liga ke-34-nya. 

Zinedine Zidane yang kembali menukangi Los Blancos, setelah meninggalkannya pada 2018 lalu, telah sukses membawa El Real pada jalur yang seharusnya. 

Ditinggal Zidane, usai trofi Liga Champions ketiga secara berturut-turut, dan ditinggal Cristiano Ronaldo ke Juventus, membuat Madrid hancur berantakan. 

Finish di posisi tiga di akhir musim 2018-2019, tertinggal 19 poin dari Barcelona sang juara, bahkan ketinggalan delapan poin di bawah rival sekota Atletico, bukanlah  prestasi yang bisa dibanggakan. 

Kini, tim tersukses dalam sejara Liga Champions itu mulai menemukan kembali jati dirinya, hanya saja dengan citra yang berbeda. 

Jika Madrid di era Cristiano Ronaldo lalu terkenal akan daya  serang yang menghancurkan, kini Real Madrid hadir dengan ciri khas yang berbeda. 

Real Madrid kini dikenal sebagai tim dengan daya bertahan paling kokoh di daratan Eropa. Dari lima liga yang ada, musim ini, Pasukan Putih tercatat sebagai tim dengan jumlah kebobolan paling kecil, 

Di pertengahan musim ini, Real Madrid baru kebobolan 12 gol, dan bersama dengan Atletico, sebagai tim dengan daya bertahan terbaik.  

Jika saja konsistensi ini dapat diteruskan hingga akhir musim nanti, dan dengan produktifitas gol yang bisa dibilang jauh lebih barik dari musim sebelumnya, 2.11 gol per laga, berbanding 1.45 gol perlaga di musim lalu, Real Madrid adalah salah satu tim paling berpotensi menutup musim ini sebagai kampiun.(ruf/fin) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here