Prajurit TNI-Polri Jangan Gelisah

    JAKARTA – prajurit TNI dan anggota Polri diminta tak perlu gelisah menyikapi kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Negara menjamin dan persoalan tersebut bisa diselesaikan dengan baik. Termasuk untuk jaminan hari tua, kematian, pensiun, dan sebagainya.

    “Para prajurit TNI dan Polri tidak usah gundah. Dari dana aset Asabri yang melorot itu, sisanya masih bisa menjamin. Persoalan tersebut bisa diselesaikan oleh Menteri BUMN dan Menteri Keuangan,” kata Menkopolhukam Mahfud MD di Jakarta, Kamis (16/1).

    Meski begitu, aspek hukum akan berjalan jika memang ditemukan ada penyelewengan. Mahfud mengatakan akan berkomunikasi dengan Polri yang kurang lebih 600 ribu anggotanya merupakan nasabah terjamin dalam Asabri. Sementara dari TNI ada sekitar 350 anggota. “Jadi, sekarang sedang ditangani. Jangan khawatir, semua berjalan sesuai dengan aturan,” papar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

    Menurutnya, tidak ada seorang pun yang boleh korupsi. Sebaliknya, tidak seorang pun yang bisa menuduh sembarangan korupsi. “Semua harus fair. Jadi, biarkan proses hukum berjalan,” imbuhnya.

    Terkait hal itu, Menteri BUMN Erick Thohir meminta prajurit TNI dan anggota Polri untuk tetap tenang. Dia memastikan kondisi keuangan Asabri berjalan stabil. “Ini terlepas dari ada tidaknya penyelewengan yang berakibat penurunan saham dan sebagainya. Kalau mengenai kerugian negara bukan di kami. Ada BPK dan OJK. Tentu proses itu harus dijalani. Tetapi, yang penting prajurit TNI, Polri dalam status yang baik dan aman,” tegasnya.

    Soal ada tidaknya penyelewengan hingga penurunan aset karena salah investasi, lanjut Erick akan ada proses penanganan tersendiri. “Kita sesuai aturan saja. Tentu itu domain hukum bukan di Kementerian BUMN. Kalau BUMN lebih ke korporasi,” paparnya.

    Seperti diketahui, saham-saham yang menjadi portofolio Asabri berguguran sepanjang 2019. Selain itu, terjadi penurunan harga saham yang mencapai lebih dari 90 persen. Dikutip dari website resmi Asabri, perusahaan pelat merah itu berbentuk perseroan terbatas yang seluruh sahamnya dimiliki oleh negara yang diwakili Menteri BUMN selaku pemegang saham atau RUPS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41/2003. Secara filosofis, Asabri adalah perusahaan asuransi jiwa bersifat sosial yang diselenggarakan secara wajib berdasarkan undang-undang dan memberikan perlindungan finansial untuk kepentingan prajurit TNI, Anggota Polri dan PNS Kemhan/Polri.(rh/fin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here