Naikan Modal Minimum Perbangkan, Gerbrakan OJK Diajungi Jempol

Beranda Ekonomi Naikan Modal Minimum Perbangkan, Gerbrakan OJK Diajungi Jempol

JAKARTA – Gebrakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan lebih tegas dalam menyeleksi permodalan bank dengan menaikkan batas modal inti minimum menjadi Rp3 triliun secara bertahap mendapat apresiasi sejumlah ekonom. Terlebih regulasi yang memuat ketentuan modal inti minimum bank secara bertahap itu berlaku pada Februari 2020.

Pengamat Ekonomi, Dr. Aviliani mengatakan langkah OJK patut diapresiasi. Langkah ini makin penguatan ekosistem perbankan. Kedepannya, perbankan mesti berkolaborasi dengan lembaga keuangan lainnya dengan membuat fintech, asuransi dan kegiatan non bank lainnya untuk bisa survive. Pasalnya, perbankan tidak bisa lagi hanya mengandalkan margin dari perkreditan.

”Memang ke depan itu bank yang berekosistem dengan lembaga keungan lain itu yang akan bisa survive, kalau gak emang susah karena margin makin turun. Nah kalau margin makin turun dia harus cari under revenue,” kata Aviliani saat dihubungi Fajar Indonesia Network, Kamis (16/1).

Sekretaris Komite Ekonomi Nasional ini menjelaskan jika publik melihat perkembangan global dan perkembangan domestik sudah seharusnya perbankan memiliki modal yang besar terutama dalam kaitannya dengan bail in. ”Kalau jaman dulu modal Rp100 miliar juga bikin bank gak ada masalah, tapi dengan perkembangan perbankan dan juga lembaga keuangan lain itu maka memang sudah sangat dibutuhkan permodalan yang besar terutama kaitannya dengan bail in, sekarangbkan gak bail out lagi, adanya bail in,” jelas Aviliani.

Nah, untuk menjaga agar tidak terjadi peristiwa masa lalu ketika ada permasalahan pemerintah harus bertanggungjawab. Maka dengan bail in ini, kata ia maka dilakukan konsolidasi perbankan. Dengan konsolidasi, perbankan bisa memilih apakah akan akuisis atau merger dengan lainnya. ”Saya sangatbmendukung, karena dalam konsolidasi perbankan itu kan bank bisa milih apakah dia itu mau berkonsolidasi artinya diakuisisi atau merger dengan yang lain,” tuturnya.

Apalagi kata ia sekarang ini aturan pemegang saham pengendali (PSP) tidak berlaku lagi. Jadi tidak harus merger, kata Aviliani bisa jadi yang membeli induk kemudian yang dibeli jadi anak perusahaan. ”Misal BCA yang membeli bank Royal sama bank Rabobank kan. Jadi nanti BCA-nya minimal Rp3 triliun (inti modal) sedangkan anak perusahaannya cukup Rp1 triliun. Kenapa? karena nanti kalau ada apa-apa pada anak perusahaan yang kecil-kecil ini yang nanggung ntar BCA-nya,” jelas ekonom Indef ini.

Ditambahkannya, Bank BUKU I dan BUKU II sekarang ini kata ia masih banyak, tapi seberapa jauh pemiliknya itu berkomitmen. Dengan adanya konsolidasi seperti ini, bank dengan modal kecil harus mencari pasangan untuk memperkuat posisi ketika terjadi problema seperti krisis. ”Ini langkah bagus yang harus direspon positif oleh perbankan. Jangan melihat ini untuk mematikan bank atau mengurangi jumlah bank. Tapi ini harus dilihat sebagai sesuatu penguatan,” ujarnya.

Deadline bertahap selama 3 tahun yang diberikan OJK kepada perbankan kata Aviliani perlu dipertimbangkan kembali. Mengingat saat ini terdapat 16 bank yang nelum mencapai Rp1 triliun.”Mungkin jangka waktu perlu dipertimbangkan kembali karena itu baru draf. Draf ini juga belum keluar masa tiba-tiba langsung Rp1 triliun di 2020. Sekarang ini kelihatannya ada 16 bank yang belum capai Rp1 triliun yang lainnya sudah diatas Rp1 triliun. Paling gak baru tahun depan,” papar Aviliani.

Lebih lanjut Aviliani menerangkan dengan diperketatnya aturan modal inti perbankan semakin membuka peluang investor asing untuk mengambil alih bank dalam negeri. ”Banyak yang pengen ambil adalah bank asing. Jadi mau tidak mau kita tidak bisa menutup mata bahwa pasti akan banyak asing yang mau. Kayak kemarin permata, akhirnya diambil sama bangkok bank. Kalau menurut saya sih sebaiknya kalau bisa di dalam dulu lah tapi kalau gak, mau apa lagi,” katanya.

Terlebih lagi, kata ia dana dalam negeri relatif terbatas sehingga mau tidak mau, investor asinglah yang paling punya kemampuan untuk membeli bank tersebut. Kendati demikian, kata Aviliani Bank BUMN sangat memungkinkan untuk mengakuisisi bank-bank yang tidak cukup modal. Hal ini bisa dilihat dari keuntungan bank BUMN yang di angka Rp20- Rp26 triliun.

”Mungkin didorong aja bank-bank BUMN untuk mengambil sebagian dari bank-bank yang mau melakukan konsolidasi. BUMN sekarang secara aset sudah mendominasi sekitar 50 persen dari total semuanya aset,” jelasnya.

Sebelunya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan bank tidak bisa memenuhi modal minimal, akan diberikan opsi, seperti merger atau turun status menjadi bank perkreditan rakyat (BPR). ”Dia tidak bisa memenuhi ya turun kelas. Kami nanti bisa melakukan apa, apa saja, mungkin untuk menyesuaikan agar dia tidak melakukan kegiatan perbankan biasa, ” kata Heru di Jakarta, Kamis (16/1).

Nantinya, kata Heru setelah beleid peraturan ini terbit, Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) I dan BUKU II harus menaikkan modal inti menjadi minimal Rp3 triliun. Dalam ketentuan saat ini Bank BUKU I merupakan bank yang memiliki modal inti di bawah Rp1 triliun. Bank BUKU II adalah bank dengan modal inti antara Rp1 triliun hingga Rp5 triliun.

OJK akan memberi masa tenggang hingga tiga tahun. Setelah itu, jika bank tidak sanggup memenuhi syarat modal minimun, akan ada konsekuensi yang harus ditanggung. Dalam tiga tahun itu, syarat modal akan dinaikkan secara bertahap, mulai dari 2020 sebesar Rp1 triliun, 2021 sebesar Rp2 triliun, dan 2022 memenuhi Rp3 triliun.

Heru berjanji pihaknya akan menggencarkan sosialisasi dan pembicaraan dengan seluruh pelaku industri perbankan mengenai aturan ini. Dia juga mengatakan ada kemungkinan sejumlah insentif diberikan bagi bank yang melakukan merger atau akuisisi demi memenuhi aturan permodalan baru tersebut. (dim/fin/ful)

Baca Juga

Kementan-TNI AD Sepakat Perkokoh Kesiapan Penyediaan Pangan

JAKARTA- Indonesia memiliki potensi besar di sektor pertanian, maka dibutuhkan kekuatan dan kebersamaan dari semua pihak, termasuk TNI. Terkait hal tersebut, Kementan dibawah pimpinan Mentan...

MenkopUKM: UMKM Harus Mampu Memahami Tren Market Dunia

JAKARTA - Di tengah pandemi COVID-19, Kementerian Koperasi dan UKM terus menggulirkan aneka program untuk menyiapkan UMKM agar memiliki kemampuan kompetitif dengan produk-produk dari luar. "Oleh...

Dapat Tambahan Dana PEN, BTN Optimis Target Kredit Rp30 Triliun di Akhir 2020

JAKARTA- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk optimistis bisa memenuhi komitmen penyaluran kredit dari dana penempatan pemerintah dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Perseroan mendapatkan...

Lindungi Petani Tembakau, Tidak Naikkan Cukai Rokok 2021

JAKARTA - Jika pemerintah memang benar-benar ingin melindungi petani tembakau, maka pada 2021 nanti tidak menaikkan cukai rokok. Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Mindaugas...

Pertumbuhan Kredit Agustus 2020 Hanya 1,04 Persen

JAKARTA - Pertumbuhan kredit pada Agustus 2020 tercatat hanya sebesar 1,04 persen (yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan penyaluran kredit pada Juli 2020 yang...

Berita Terbaru

Guru-guru Gembira

JAKARTA - Kabar baik bagi 51 ribu honorer K2 yang lulus seleksi Februari 2019 lalu. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menandatangani Peraturan Presiden (Perpres)...

Vandalisme di Mushollah, Ferdinand: Pelaku Bukan Non Muslim, Itu Kaum Intoleran

JAKARTA- Tindakan vandalisme terjadi di Mushollah Darussalam yang terletak di RT 5/8 Perum Villa Tangerang Elok Kelurahan Kutajaya Pasar Kemis Tangerang. Pelaku menulis narasi-narasi provokatif...

Penyaluran Subsidi Internet Belum Capai Target

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat, hingga September 2020 realisasi bantuan paket data internet telah disalurkan kepada 27,3 juta guru, siswa, mahasiswa...

Infografis: Pemberian Vaksin Pada 6 Kelompok Masyarakat Prioritas

JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 sedang mematangkan sasaran dan prioritas kelompok masyarakat yang akan mendapat vaksin COVID-19. Sasaran prioritas vaksin sesuai dengan kelompok...

Masih Ada Paslon yang Melanggar Protokol Kesehatan

JAKARTA - Satgas Penanganan COVID-19 prihatin dan kecewa terhadap tahapan Pilkada Serentak 2020. Sejumlah pelanggaran selama kampanye masih dilakukan pasangan calon kepala daerah. Yang...

Kementan-TNI AD Sepakat Perkokoh Kesiapan Penyediaan Pangan

JAKARTA- Indonesia memiliki potensi besar di sektor pertanian, maka dibutuhkan kekuatan dan kebersamaan dari semua pihak, termasuk TNI. Terkait hal tersebut, Kementan dibawah pimpinan Mentan...

WHO: Angka Kematian Akibat Corona Lebih Kecil

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, bahwa total kematian resmi global akibat virus corona (Covid-19) besar kemungkinan lebih kecil dari jumlah yang sebenarnya. "Jumlah...

Mahfud MD: Pemerintah Tidak Menyalahkan Peristiwa G30S/PKI

JAKARTA- Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, pemerintah tidak menetapkan peristiwa Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI), sebagai peristiwa yang salah atau benar. Sebab itu persoalan...

Nusantara

Bersama Masyarakat, PLN Ubah Sampah Jadi Listrik

PANGKALPINANG - Peluh Misdi bersama dengan kelompok swadaya masyarakat (KSM) Sekar Rukun, Bangka Selatan seolah terbayar setelah PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (PLN Babel)...

Stop Isolasi Mandiri untuk Menekan Cluster Keluarga

BABEL - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menerbitkan kebijakan larangan isolasi mandiri bagi masyarakat terkonfirmasi COVID-19, guna menekan penyebaran di kluster keluarga. "Dalam waktu...

News

Sukmawati: PKI itu Ideologi Pancasila, Kenapa Diributkan?

JAKARTA- Sukmawati Soekarnoputri mengatakan, Partai Komunis Indonesia berideologi Pancasila. Sehingga tidak perlu diributkan. "Jadi kalau dibilang PKI itu ideologinya apa sih, sebetulnya ideologinya pancasila. Jadi...

Deklarasi KAMI Dibubarkan, Fadli Zon: Persekusi Terhadap Demokrasi

JAKARTA- Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yang dihadiri oleh Gatot Nurmantyo di Surabaya, diwarnai dengan aksi demonstrasi. Massa menolak acara itu digelar karena sarat...

Tengku Zul Nyindir Denny Siregar: Ente Pernah Jadi Apa Selain Buzzer?

JAKARTA- Pegiat media sosial, Denny Siregar dan Ustad Tengku Zulkarnai 'perang' komentar di twitter. Keduanya mengomentari deklarasi Koalis Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dibubarkan...

Lindungi Petani Tembakau, Tidak Naikkan Cukai Rokok 2021

JAKARTA - Jika pemerintah memang benar-benar ingin melindungi petani tembakau, maka pada 2021 nanti tidak menaikkan cukai rokok. Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Mindaugas...

Pertumbuhan Kredit Agustus 2020 Hanya 1,04 Persen

JAKARTA - Pertumbuhan kredit pada Agustus 2020 tercatat hanya sebesar 1,04 persen (yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan penyaluran kredit pada Juli 2020 yang...

11 Ribu Kartu Tani telah Didistribusikan di Kotawaringin Barat

KOTAWARINGIN BARAT – Persiapan penerapan Kartu Tani terus dilakukan Kementerian Pertanian. Di Kotawaringin Barat, tidak kurang 11 ribu lembar Kartu Tani telah didistribusikan ke...

BTN Resmi Luncurkan Batara Spekta

JAKARTA-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. resmi meluncurkan program Batara Spekta pada Minggu (27/9/2020) malam. Dalam peluncuran Program Batara Spekta yang dimeriahkan oleh artis...