Lima Hari Sekolah Dievaluasi
CILACAP - Penerapan ujicoba 5 hari sekolah yang direncanakan Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) akan dievaluasi secara bertahap.
Kepala Dinas P dan K Kabupaten Cilacap Budi Santosa mengatakan, adanya penolakan di sejumlah elemen, kemungkinan karena mereka belum mengetahui gambaran secara utuh terkait rencana tersebut.
"Mungkin mereka belum tahu, seperti apa konsepnya, seperti apa rencananya, bagaimana eksekusinya di lapangan. Kami juga ingin mengetahui, kenapa keberatan. karena kami tegaskan, prinsipnya ini adalah masih ujicoba," ujarnya setelah melakukan pertemuan dengan sejumlah elemen di Aula Dinas P dan K, Kamis (16/1).
Pihaknya saat ini sedang mengidentifikasi sekolah mana saja yang sudah siap. Pihaknya juga mempersilahkan kepada sekolah yang sudah siap secara sarana dan prasarana untuk bisa melakukan ujicoba 5 hari sekolah ini.
Sedangkan untuk sekolah yang belum siap, atau masih mau menerapkan 6 hari sekolah, pihaknya juga tidak
mempermasalahkan. Dalam beberapa waktu mendatang, pihaknya akan mendapatkan data, mana sekolah yang tetap menerapkan 6 hari sekolah, mana yang 5 hari sekolah.
Terkait rencana ini, sejumlah sekolah di bawah naungannya akan mengundang wali murid, sharing, dan mengeksplor kendala yang ada di lapangan. Ketakutan atau kekawatiran apa saja yang dilihat masyarakat diharapkan akan muncul pada forum tersebut.
Karena di lapangan, sejumlah isu yang berkembang, dampak penerapan 5 hari sekolah ini membuat siswa pulang lebih sore. Misal untuk SD, dari yang sebelumnya selesai pukul 12.20, diisukan baru pulang pukul 15.00 hingga pukul 16.00.
Dia juga memastikan, penerapan 5 hari sekolah ini tidak akan mengganggu kegiatan pembelajaran nonformal seperti mengaji, atau kegiatan ektrakulikuler lainnya.
"Kami memastikan, itu tidak akan mengurangi hak siswa atau mengurangi hak mengajar guru. Ini muaranya adalah penguatan pendidikan karakter," jelasnya.
Dia menambahkan, sesuai dengan Keputusan Presiden (Kepres) penerapan 5 hari sekolah ini dimulai semester 2020 ini. Untuk itu, pihaknya akan mengevaluasi secara bertahap, setiap tiga bulan atau enam bulan.
"Evaluasi sebenarnya dimulai dari perencanaan, yang ternyata sudah ada resistensi," terangnya.
Dia menegaskan, secara prinsip, tujuan rencana ini adalah adanya peningkatan mutu. Dan kewajiban dari sekolah adalah bagaimana bisa memenuhi jam yakni 40 jam dalam sepeken, atau supaya jam belajar tidak berkurang.
"Bisa jadi, yang 5 hari nanti bisa lebih bagus. Tetapi juga bisa yang 6 hari yang lebih bagus. Bagi sekolah yang siap, silahkan ujicoba. tetapi bagi yang belum siap, kami minta jangan memaksakan untuk ujicoba 5 hari sekolah ini," tandasnya. (nas)