JAKARTA – Perasaan iri atau cemburu adalah manusiawi untuk dirasakan setiap orang. Untuk menghindarinya, maka kebanyakan orang akan berusaha untuk menyikapinya dengan cara mengabaikannya. 

Namun tahukah Anda, menurut pakar Mark B. Borg Jr., PhD, berpura-pura seolah tidak ada sesuatu di isi kepala Anda itu, tidaklah menjadi jawaban akan permasalahan ini, justru memperparahnya. 

“Begitulah perasaan iri/cemburu berubah menjadi toksik,” kata penulis buku Irrelationship and Relationship Sanity itu, seperti dikutip Prevention. 

Untungnya masalah ini bukanlah tanpa solusi. Dengan Memisahkan diri Anda dengan perasaan (negatif) Anda,  lanjut Borg, mencari akar dari kecemburuan Anda, membuat daftar kecemburuan/iri ASnda, dan membicarakan dengan orang yang berangkutan, dapat menghindarkan Anda dari toksiknya isi kepala Anda.  

Ia juga menyarankan untuk menghindari konfrontasi dengan pasangan, soal kecemburuan Anda akan dirinya, atau rekan sekantor Anda.

Jika Anda cemburu (pada pasangan) akan sesuatu atau menaruh rasa iri (pada rekan kerja di kantor) dan ini sudah di luar dari kemampuan Anda untuk mengatasinya, maka sesi dengan terapis mungkin yang paling Anda butuhkan.(ruf/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here