Polri Usut Korupsi Asabri

Foto : Iwan Tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono memberikan keterangan terkait kasus Novel Baswedan di Polda Metro Jaya, Jumat (27/12/2019). Dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan langsung ditetapkan sebagai tersangka dan dibawa ke Polda Metro Jaya. Kedua pelaku berinisial RM dan RB merupakan anggota kepolisian aktif yang ditangkap di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif.

JAKARTA – Kasus dugaan korupsi praktik korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata RI (Asabri) Persero menjadi sorotan publik. Polri pun turun tangan melakukan mengusut kasus tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Polri sedang menyelidiki dugaan korupsi di PT Asabri.

“Untuk PT ASABRI, kita juga sedang penyelidikan berkaitan dengan kasus tersebut,” katanya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (15/1)

Karena masih dalam penyelidikan, Argo pun meminta agar masyarakat bersabar menunggu perkembangan dari penyelidikan ini. Polisi saat ini masih terus melakukan penyelidikan.

“Kita tunggu saja seperti apa kelanjutannya, nanti kita tunggu perkembangan penyelidikan oleh penyidik,” ujar Argo.

Terkait kerugian negara akibat dugaan kasus korupsi tersebut, anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis memperkirakan mencapai Rp 16 triliun. Angka tersebut masih dalam perkiraan sementara karena BPK masih terus mengumpulkan data dan informasi terkait penyimpangan di perusahaan asuransi yang diperuntukan untuk pensiunan TNI dan Polri.

“Baru perkiraan, BPK sedang mengumpulkan data dan informasi diperkirakan potensi kerugian Rp 10 triliun sampai Rp 16 triliun,” katanya.

Dikatakannya, BPK bakal menyampaikan data dan informasi yang telah dikumpulkan kepada KPK. Nantinya, Lembaga Antikorupsi yang akan menindaklanjuti data-data tersebut.

“Iya akan diserahkan ke KPK,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan BPK terkait dugaan korupsi di Asabri.

Hal ini menindaklanjuti pernyataan dari Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang menyebut kerugian negara terkait dugaan korupsi di PT Asabri.

“Kita harus komunikasi dengan BPK dulu. BPK yang mengetahui terkait dengan hasil audit,” katanya.

Firli menegaskan, KPK bakal mengusut kasus ini. Namun, Lembaga Antikorupsi perlu mengumpulkan data dan informasi terlebih dahulu, salah satunya dari BPK.

“Prinsipnya KPK bekerja, tapi sekali lagi kita mau dengar dulu dari BPK,” kata Firli Bahuri.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun merespons permasalahan tersebut, terlebih dirinya memiliki latarbelakang TNI. Luhut mengutuk jika benar Asabri bermasalah seperti yang diduga sejauh ini.

“Ya nggak benar lah itu,” katanya.(gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here