Pola Endorse, 13 Artis Terseret Investasi Bodong

Ilustrasi investasi

JAKARTA – Investasi bodong tak lagi mengenal siapa korbannya. Semua dilahap dengan iming-iming keuntungan berlipat. Modusnya sederhana, menggaet sejumlah artis untuk meng-endorse produk yang dijajakan, ini bercermin dari skandal PT Kam and Kam melalui aplikasi MeMiles, yang kini tengah mendalami oleh Polda Jawa Timur.

Pengamat Hukum Yusdiyanto Alam mengatakan, mayoritas pelaku memanfaaatkan jejaring media sosial untuk menjual produk bodong itu. ”Situsnya dan aplikasinya mereka (pelaku, red) siapkan. Lalu produk investasinya dijual di medsos, Facebook, Twitter, sampai ke Youtube. Tak jarang juga di-share lewat pesan singkat (SMS) dengan metode acak,” terangnya, kepada Fajar Indonesia Network (FIN) Rabu (15/1).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sambung Dosen Hukum Universitas Lampung itu, sejak lama mengendus kejahatan ini. ”Tak bisa dipungkiri, OJK pun kerepotan menangkalnya. Lihat saja data OJK per Desember 2019, totalnya ada 182 investasi bodong yang tidak berizin dan menawarkan imbal hasil yang tak masuk akal,” ungkanya.

Targetnya, sambung Yusdiyanto memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat untuk menipu dengan cara mengiming-imingi calon korban dengan imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar. ”Kasus MeMiles juga begitu. Korban dijanjikan untung besar lewat investasi dengan cara beriklan di produk tisu. Hampir semua daerah ada korbannya, terakhir di Lampung informasinya ada yang menanamkan ivestasi sampai Rp900 juta. Ternyata hasilnya belum terlihat. Ini bahaya,” terangnya.

Sementara itu Penyidik Polda Jatim telah sejumlah pihak termasuk Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Riau, Maulidi Hilal, terkait keterlibatannya di investasi bodong PT Kam and Kam melalui aplikasi MeMiles.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan di Surabaya, mengatakan Maulidi telah lima bulan bergabung dan mendapat beberapa reward.”Di beberapa item top up promo, dia termasuk yang paling tinggi, yakni VIP, setornya Rp50 juta dan dapat Rp50 miliar,” ujarnya.

Dengan top up sebesar itu, kata dia, member MeMiles akan mendapatkan uang cukup besar dalam waktu singkat. Selain itu, perwira dengan tiga melati di pundak itu menyebut Maulidi dalam akun media sosialnya selalu menyebut dirinya mendapatkan empat mobil meski nyatanya hanya dua mobil. “Jadi, sistem ini lebih memainkan psikologi massa,” ungkapnya.

Mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim itu menambahkan, PT Kam and Kam juga kerap memerintahkan anggotanya untuk memberi testimoni yang berlebihan untuk menarik member lain. Tak jarang membayar orang untuk mengatakan testimoni palsu. ”Ya ini cara dari MeMiles untuk membuat member percaya bahwa dia sudah dapat. Ketika dia dapat disuruh ngomong. Bahkan, ada yang tidak dapat apa-apa dan dibayar untuk mengatakan dapat mobil Hammer,” ujarnya.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Andiko menambahkan, tidak hanya pejabat daerah, ada 13 orang artis yang nantinya bakal diperiska sebagai saksi dalam penyelidikan kasus investasi bodong MeMiles. “Tambahan 13 orang artis. Ya di antaranya ada penyanyi ED (Eka Deli), yang sebelumnya telah diperiksa penyidik,” ungkapnya.

Ia menyebut, Eka Deli yang merupakan fasilitator membawahi 13 artis baru yang terkait, yaitu berinisial AP, SD, MJ, PM, MA, R, TJ, SS, RG, C, serta satu grup band masing-masing D, L, dan M. ”Di bawah fasilitator atau koordinator ED, ada 15 artis termasuk ED dan MT. Jadi ada 13 nama baru berdasarkan keterangan ED,” ucapnya. Mengenai kapan artis dipanggil itu, dia menyatakan mekanisme proses pemanggilan didasari pada kebutuhan penyidik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here