Menkop Bedah Potensi Ekspor UMKM ke Rusia

JAKARTA – Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus didorong agar naik kelas. Produk UMKM Indonesia diupayakan untuk dapat menembus pasar yang lebih luas di Rusia. Ini dilihat dari potensi data yang muncul.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, pasar Rusia cukup besar dengan 147 juta penduduk sebagaimana riset Euro Asian Economic Union dan Euro Union. Sementara untuk Eropa Timur pasarnya mencapai 180 juta penduduk.

”Dan pengalaman eksebisi produk UMKM ke Rusia responnya bagus jadi ini bisa dijadikan tujuan ekspor baru. Presiden meminta seluruh kementerian menaikkan ekspor dan tujuan ekspor baru. Barangkali ini kita perlukan kementerian lain seperti perdagangan yang dapat memanfaatkan pasar ekspor Rusia, jadi saya kira ini peluang yang bagus,” kata Teten di Jakarta, Rabu (15/1).

Teten telah meminta data komoditas yang diminati oleh pasar Rusia termasuk menyusun daftar eksportir distributor di Indonesia agar bisa segera menghubungkan UMKM di Tanah Air dengan buyer di Rusia.

Menanggapi hal ini Duta Besar RI untuk Rusia M. Wahid Supriyadi mengaku hasil pembicaraan dengan Menkop UKM Teten Masduki lebih menekankan pada peluang perluasan ekspor produk UMKM ke Rusia, termasuk makanan, fashion, herbal, dan juga buah tropik.

Selama ini, sambung dia, kerja sama perluasan pasar produk UMKM banyak dilakukan di Moskow melalui Festival Indonesia. Promosi tersebut bahkan telah berjalan selama empat kali dan tahun ini telah berlangsung untuk yang kelima kalinya. ”KBRI setiap tahun memberikan subsidi 75 booth untuk UMKM independen di taman yang seluas 16,5 hektare itu hanya untuk indonesia saja,” kata Wahid.

Dikatakan Wahid, ajang tersebut sangat potensial untuk mempromosikan produk UMKM mengingat pengunjung dalam acara itu mencapai rata-rata 117.000 orang dengan transaksi pada tahun lalu saja mencapai 10,7 juta dolar AS. Ajang yang sama sukses membukukan investasi 1,1 miliar dolar AS.

Ia pun menyampaikan kepada Menkop UKM bahwa hal itu bisa dimanfaatkan oleh KUKM binaan Kementerian Koperasi dan UKM. “Karena produk Indonesia sudah familiar, barang kita paling laris, yang paling laris fashion seperti batik tenun ikat, bahkan pada acara fashion show itu semua yang dipakai peragawati habis semua 100 persen terjual, ini menunjukan bahwa selera UMKM itu testing the market selera lokal sudah benar,” katanya.

Ia mengusulkan agar UMKM di Indonesia dapat memanfaatkan market dan jaringan yang sudah ada tersebut. Di samping itu juga memperluas produk sesuai selera pasar di Moskow bukan sebatas fashion tapi juga produk makanan jadi, herbal, dan buah tropik.

Pihaknya berupaya menggandeng maskapai Garuda Indonesia agar ke depan dapat membantu mendorong peningkatan ekspor termasuk buah tropik di antaranya mangga, rambutan, manggis, dan alpukat yang dianggap sebagai pangan sehat di negara itu.

M. Wahid Supriyadi menambahkan data Kementerian Perdagangan mencatat ada 20 pasar unggulan dan potensial yang sekarang sudah dimasukkan untuk pasar Rusia. ”Pengalaman kemarin yang UMKM yang sudah dua kali ikut hampir semua dapat order. Bukan hanya laku di pasar atau ekspo tapi juga dapat order kedepannya. Ini untuk catatan biasanya dilakukan awal Agustus untuk tahun ini dimulai 31 Juli sampai 2 Agustus, tanggal 30 ada bisnis forum, transaksi terbesar kemarin pada saat bisnis forum,” katanya. (dim/fin/ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here