Investasi di 2019 Serap 508 Tenaga Kerja

PANGKALPINANG – Kerja keras Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil untuk mendatangkan sejumlah investasi di Kota Pangkalpinang pada 2019 lalu berdampak positif bagi bidang tenaga kerja. Bagaimana tidak, dari investasi tersebut bisa menyerap sebanyak 508 tenaga kerja.

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pangkalpinang melalui Kepala Bidang Tenaga Kerja, Amrah Sakti bahwa kehadiran investasi tersebut bisa mengurangi jumlah pengangguran di Pangkalpinang. Bahkan, tingkat penyerapan tenaga kerja tahun 2019 lalu merupakan penyerapan tertinggi sejak tiga tahun terakhir.

“Di tahun 2019, kita mencatat sebanyak 1.200 orang pencari kerja yang langsung datang ke kita. Dari jumlah itu, ada 948 orang yang melamar pekerjaan, yang terserap 500 tenaga kerja,” ungkap Amrah kepada Babel Pos, Rabu (15/1).

Amrah menyebutkan, lonjakan penangan dan pelayanan ketenagakerjaan tersebut terjadi pada Agustus sampai dengan Desember. Hal ini bersamaan dengan seleksi penerimaan beberapa investasi yang masuk diantaranya Transmart, Ace Hardware, Indomaret, Alfamart, CFC dan lain-lain.

Tentunya dikatakan Amrah, hal tersebut sangat membantu dalam mengurangi angka pencari kerja di Kota Pangkalpinang yang bertambah sekitar 400 orang setiap tahun. Namun, untuk peningkatan keterampilan pencari kerja melalui pelatihan yang berbasis kompetensi baru melatih 16 orang pencari kerja yang pelaksanaannya dilakukan pada bulan Agustus 2019 bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja Industri Provinsi Bangka Belitung.

“Insya Allah untuk tahun 2020 ini, penyerapan tenaga kerja bisa lebih meningkat, karena di bulan ini juga hadir distributor aqua, petronas dan sahang centre yang kita prediksi bisa menyerap ratusan tenaga kerja,” katanya.

Lebih lanjut Amrah menyebutkan, untuk pelayanan ketenagakerjaan terkait hubungan industrial di Kota Pangkalpinang berdasarkan wajib lapor ketenagakerjaan (U.U No.7/1981), terdapat 869 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 24.197 orang yang tersebar di 21 sektor/jenis usaha atau perusahaan. Sektor/jenis usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja ada pada sektor/jenis usaha Industri pengolahan 1.371 orang, perdagangan besar dan eceran 1.040 orang, konstruksi 1.023 orang serta sisanya tersebar di 18 jenis sektor usaha/jenis lainnya.

Untuk jumlah kunjungan masyarakat dalam rangka memperoleh informasi ataupun pelayanan penanganan hubungan industrial untuk tahun 2019, menurut Amrah, juga mengalami peningkatan. Terdapat terdapat 112 pengaduan (kasus ketenagakerjaan) terkait perselisihan hubungan industrial dan atau pemutusan hubungan kerja dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 189 tenaga kerja yang terdiri dari 113 laki-laki dan 76 perempuan.

“Dari 112 pengaduan tersebut 62 kasus ketenagakerjaan telah diselesaikan dan sisanya sebanyak 50 kasus masih dalam proses penyelesaian. Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat agar dapat mengambil peran dalam membangun kota Pangkalpinang melalui pemanfaatan dan penyebarluasan informasi terkait ketenagakerjaan serta pemanfaatan terkait tugas dan fungsi di bidang ketenagakerjaan, agar tercipta iklim kondusif ketenangan bekerja bagi pekerja dan ketenangan beusaha bagi pengusaha menuju Industrial Harmony Development di Kota Pangkalpinang,” tandas Amrah. (pas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here