Susun SOP Awasi KPK

    JAKARTA – Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait pengawasan kinerja KPK serta kode etik pimpinan dan pegawai lembaga antirasuah.

    Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris mengatakan, pihaknya bakal melakukan evaluasi terhadap kinerja KPK berdasarkan pedoman SOP itu. Evaluasi itu mencakup pelaksanaan tugas serta kewenangan Pimpinan dan Pegawai KPK yang dilakukan per tiga bulan sekali.

    “Kita sudah atau sedang menyusun SOP mengenai itu. Akan ada semacam evaluasi tiga bulanan atas kinerja KPK baik pimpinan maupun pegawai,” ujar Syamsuddin di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (14/1).

    Selain SOP pengawasan, Dewas juga diketahui tengah menyusun kode etik Pimpinan dan Pegawai KPK. Syamsuddin mengungkapkan, dalam aturan tersebut juga diatur mengenai sanksi berjenjang.

    Syamsuddin menyatakan, sanksi bakal dikenakan beragam. Mulai dari ringan hingga berat. Sanksi terberatnya bisa berupa pemberhentian dari jabatan. Hanya saja, kata Syamsuddin, aturan itu belum sepenuhnya final.

    “Ini kan dalam proses ya belum final termasuk menenai kode etik. Jadi SOP yang berkaitan dengan tugas Dewas itu sedang kita finalkan,” kata dia.

    Anggota Dewas KPK Harjono menyatakan, kode etik yang berlaku saat ini masih mengikuti aturan lama. Pihaknya, kata dia, masih perlu mengkaji kebutuhan guna menyusun kode etik yang baru. Ia pun berharap proses penyusunan kode etik dapat dirampungkan dalam waktu dekat.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here