Surat Cekal Mudahkan Deteksi Harun

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melayangkan surat pencegahan kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk mencegah bekas Caleg PDIP Harun Masiku bepergian ke luar negeri. Surat akan memudahkan pemerintah mendeteksi keberadaan Harun.

“(Surat) per kemarin (Senin, 13/1) ya,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara bidang Penindakan KPK, Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Kunimgan, Jakarta, Selasa (14/1).

Ditjen Imigrasi sebelumnya menyebut Harun Masiku bepergian ke Singapura menggunakan pesawat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 6 Januari 2020. Berdasarkan informasi dari Imigrasi hingga saat ini belum ada informasi lalu lintas Harun kembali ke Indonesia.

Ini disebut menjadi alasan KPK tak mengamankan Harun saat operasi tangkap tangan (OTT) pada 8 Januari 2020. Meski demikian, KPK tetap menetapkan Harun Masiku sebagai tersangka kasus dugaan suap penetapan Pergantian Antar-Waktu (PAW) anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024.

KPK menduga Harun telah menyuap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini.

Ali Fikri menyatakan, surat pengajuan cegah dilayangkan KPK kepada Imigrasi tak hanya untuk mencegah Harun kembali bepergian ke luar negeri sepulangnya ke Indonesia nanti. Ia menyebut, pengajuan itu juga sekaligus bisa memonitor lalu lintas Harun dengan bantuan Ditjen Imigrasi.

“Pencegahan untuk memonitor keluar masuknya lalu lintas orang, dari kita dari dalam (negeri) untuk keluar (negeri),” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here