Rouhani Seret Pelaku Penembakan Pesawat ke Pengadilan Militer

Rouhani Seret Pelaku Penembakan Pesawat ke Pengadilan Militer - Fajar Indonesia Network

JAKARTA – Presiden Iran Hassan Rouhani berjanji akan menghukum siapa pun yang bersalah yang menyebabkan jatuhnya pesawat Ukraine International Airlines pada 8 Januari 2020.

Dapat diketahui, pesawat Boeing 737-800 itu jatuh akibat tembakan rudal militer Iran, menewaskan 176 penumpang dan kru. Dalam penerbangan itu terdapat lebih dari 60 warga Kanada, 10 warga Swedia, serta masing-masing tiga warga Inggris dan Jerman.

Insiden ini terjadi beberapa jam setelah Iran menyerang pangkalan militer Irak, tempat di mana bermarkasnya pasukan Amerika Serikat, sebagai balasan atas pembunuhan komandan pasukan elite Quds, Qasem Soleimani.

Rouhani mengatakan, semua yang bertanggung jawab akan diseret ke pengadilan militer. Hal ini menandakan seluruh yang terlibat merupakan personel angkatan bersenjata Iran. Mereka meluncurkan rudal darat ke udara hingga mengenai pesawat.

“Itu merupakan kesalahan yang tidak dapat dimaafkan, satu orang saja tidak dapat bertanggung jawab sepenuhnya atas kecelakaan pesawat ini,” katanya, dalam pidato yang ditayangkan stasiun televisi nasional, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/1).

Kendati demikian, Rouhani memuji sikap militer Iran yang langsung mengaku bersalah atas pelanggaran ini. Untuk itu, pemerintah Iran menegaskan akan bertanggung jawab atas tewasnya warga Iran serta warga asing.

“Angkatan bersenjata Iran mengakui kesalahan merupakan langkah awal yang baik. Kita harus meyakinkan orang bahwa ini tidak akan terjadi lagi,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here