Letusan Gunung Taal Bisa Berbulan-bulan

TANAUAN – Otoritas Filipina memperingatkan warga bahwa Gunung Taal bisa menyemburkan lava dan debu hingga berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Letusan gunung pada Ahad akhir pekan lalu ini telah membuat ribuan warga mengungsi karena khawatir terkena efek letusan. Kawah Gunung Taal meletus sambil menyemburkan awan debu tinggi dan lava disertai kilatan petir.

“Saat ini ada sekitar 30 ribu warga mengungsi di tempat penampungan,” demikian dilansir Channel News Asia pada Selasa, 14 Januari 2020.

Kepala Lembaga Seismologi Filipina, Renato Solidum, mengatakan letusan gunung ini pernah berlangsung selama berbulan-bulan. Ini membuat otoritas merasa kesulitan untuk memprediksi kapan letusan itu akan berhenti.

“Kami akan menunggu selama beberapa hari hingga dua pekan untuk memastikan apakah letusan gunung sudah berhenti,” katanya.

Institut Seismologi dan Vulkanologi Filipina telah menyatakan, kesiagaan hingga level empat dari lima. Ini artinya letusan dahsyat Gunung Taal bisa terjadi dalam beberapa jam atau hari ke depan dan bisa mengenai ibu kota Manila.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan sebanyak 84 warga Indonesia telah dievakuasi ke Kedutaan Besar RI di Manila, Filipina.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Judha Nugraha, menuturkan puluhan WNI kebanyakan tinggal di wilayah Cavite yang terdampak erupsi. Ada juga WNI yang dievakuasi lantaran tertahan di Bandara Internasional Manila.

“Hingga sore hari ini 14 Januari 2020, terdapat 84 WNI yang tinggal di KBRI Manila. Mereka terdiri dari para mahasiswa dan keluarga serta WNI yang tertahan di Bandara Internasional Manila,” kata Judha dalam keterangannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here