Lantik Pejabat Eselon II di Badiklat Kejaksaan, Kabadiklat Singgung SDM Unggul

JAKARTA – Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi melantik Jhony Manurung sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional Badiklat Kejaksaan RI.

Jhony Marung yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT menggantikan M Yusuf yang dipromosi menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Jaya Pura.

Pelantikan yang digelar di Aula Sasana Adhika Karya dihadiri Sekretaris Badiklat, Abdoel Khadiroen, pejabat eselon II, III dan IV dilingkungan Badiklat Kejaksaan RI.

Dalam sambutannya Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi menegaskan, jaksa-jaksa Indonesia mesti menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan maju. Badiklat Kejaksaan memprioritaskan visi misi pemerintah Indonesia dengan menerapkan 7 program prioritas yang sudah disampaikan Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk dilaksanakan.

Untuk itu perlu menggenjot semangat untuk mewujudkan kapasitas dan kapabilitas jaksa yang memiliki integritas yang tinggi, agar mampu bertarung di tataran global. Badan Diklat Kejaksaan Republik Indonesia, kata Untung, sebagai Penanggungjawab dan Pengelola kawah candradimuka pendidikan pembentukan insan Adhyaksa, memiliki peran sangat penting dan strategus untuk menghasilan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur kejaksaan yang profesional dan tangguh.

“Yang mampu berpikiran global, berpandangan luas jauh ke depan, serta memiliki sikap, integritas moral dan mental, disertai semangat kerja dan disiplin yang mampu menjaga keajegan terwujudnya penegakan hukum yang mencermintan rasa keadilan dan kebenaran,” katanya, Rabu (15/1).

Tugas dan fungsi Badiklat menjadi keutamaan untuk membangun institusi kejaksaan yang modern dan kuat.“Kita ibaratkan, untuk menanam pohon di atas lahan yang tepat, akan membuat batang pohon menjadi kuat dan kokoh. Dengan cara menyiapkan jaksa-jaksa yang memenuhi seluruh kualifikasi, teruji, terpuji, mumpuni dan berdaya saing,” ujarnya.

Pengelolaan Badiklat Kejaksaan, lanjutnya, harus sejalan dengan visi dan misi pemerintah, yaitu menitikberatkan pada pengembangan dan peningkatan sumberdaya manusia yang unggul dan maju. Sumber daya manusia yang dapat bersaing dan berperan di kancah dunia.

Di sisi lain, Untung mengatakan, Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia, sebagai Unit Kerja Eselon I, telah meraih predikat Zona Integritas Wilayah Bebas darti Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani.

“Predikat Zona Integritas WBK dan WBBM bukanlah suatu pekerjaan yang mudah diraih, namun juga bukan pekerjaan yang tidak dapat dilaksanakan, sehingga diperlukan kerja keras, komitmen, konsistensi dan keberanian serta semangat yang tak kenal lelah,” jelasnya.

Dia berharap Jhony Manurung sebagai Kapusdiklat Teknis dan Fungsional yang baru, agar mengekspresikan segala kemampuan untuk mengembangkan Badiklat Kejaksaan Republik Indonesia.

“Untuk itu, saya harapkan, kepada pejabat yang baru, Saudara Jhony Manurung harus mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan cepat. Dan menyadari bahwa penempatan saudara di Badan Diklat Kejaksaan Republik Indonesia ini sangat dibutuhkan oleh lembaga,” jelasnya.

“Untuk bersama-sama mengelola operasionalnya lembaga pendidikan dan pelatihan yang membutuhkan sikap dan dedeikasi yang tinggi, berjiwa besar untuk mencetuskan ide-ide cemerlang, dengan sentuhan harmoni yang seimbang, antara pengetahuan, pengalaman dan seni,” tutupnya.

(lan/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here