Ekspor Kopi Naik, Petani Dibayangi Tengkulak

JAKARTA – Petani kopi asal Sumatera Selatan, Lampung, Aceh, Jawa Timur, Bali sampai Papua setidaknya bisa sedikit tersenyum dengan janji Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) yang berencana meningkatkan ekspor kopi ke Swiss. Cara ini setidaknya menaikan harga biji kopi sebagai sumber pendapatan yang selama ini tergerus karean adanya dominasi harga yang ditetapkan tengkulak.

Swiss sebagai negara penghasil coklat ini, menjadi importir kopi premium yang cukup tinggi. Nilai ekspor kopi Indonesia ke Swiss mencapai US$ 30 juta. “Ke depan ditargetkan nilai ekspor yang lebih besar bekerja sama dengan perusahaan seperti Nestle,” kata Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki, usai bertemu dengan Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman Hadad dan Duta Besar Ri untuk Ekuador Diennaryati Tjokrosuprihatono membahas strategi memacu ekspor produk UKM, Selasa (14/1).

Ditambahkan Teten, ekspor UKM Indonesia masih baru mencapai 14,5 persen. Targetnya hingga 2024 ekspor UKM akan naik hingga dua kali lipat atau mencapai 30 persen. ”Sama-sama kita berusaha, agar petani pun ikut merasakan manfaat dari nilai tambah ekspor ini,” harap Teten.

Teten menegaskan produk UKM Indonesia memiliki potensi ekspor besar yang bisa ditingkatkan ke Swiss dan Ecuador. Sejumlah produk – produk UKM seperti kopi, kakao, produk berbasis kayu, produk berbasis maritim berpeluang di ekspor lebih besar ke Swiss.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here