Mimpi Sejuta

Oleh: Dahlan Iskan

Saya terkejut-senang. Yakni ketika menerima WA dari teman baik. Yang memberitahukan bahwa pemerintah sudah punya target –memproduksi minyak mentah 1 juta barel.

Itu angka keramat yang sulit dicapai presiden siapa pun: kecuali Pak Harto.

Produksi minyak mentah kita turun terus. Terakhir kurang dari 800.000 barel setahun. Akibatnya kita harus impor BBM terus. Pun kian lama kian besar. Setara 1,2 juta barel/tahun.

“Hebat,” kata saya dalam hati.

Mestinya teman saya itu jangan meneruskan WA-nya. Yang hanya membuat kegembiraan saya itu layu ketika baru saja mulai berkembang.
“Itu target tahun 2030,” tulisnya.

Ups…

Ya sudah.

Yang penting ada target. Kalau pun tidak tercapai kan kita sudah lupa.

Tapi belum tentu tidak tercapai. Bisa jadi justru tercapai lebih cepat.

Mengapa?

Pemerintah Jokowi sudah mengoreksi keputusan pemerintah Jokowi sebelumnya.

Yakni tidak lagi memaksakan aturan gross split pada investor di ladang migas.

Menteri ESDM yang baru, Arifin Tasrif, membuat putusan bijak. Tidak perlu mencabut peraturan menteri sebelumnya –yang membuat Bu Susi sewot.

Ups… Salah.

Ini kan tidak ada hubungannya dengan Bu Susi –mantan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Ini menyangkut Kementerian ESDM. Yang aturan gross split itu memang banyak juga bagusnya.

Kini, dengan peraturan bijak itu, investor boleh pilih. Ada dua menu yang kini tersedia: menu lama (gross split) atau menu yang lebih lama lagi (cost recovery).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here