Jembatan Sasak Kali Bulanan Ambles

Kondisi pondasi jembatan Sasak Kali Bulanan yang ambles akibat diterjang derasnya aliran air kali tersebut. (NUR KHOLID MS)

KENDAL – Deras air Kali Bulanan Desa Nawangsari, Kecamatan Weleri, ternyata tak hanya mengancam tujuh rumah yang longsor, tapi juga membuat pondasi jembatan Sasak ambles. Pondasi yang ambles berada di sebelah timur jembatan. Oleh warga, jembatan kayu sepanjang 38 meter dan lebar 1,5 meter itu ditutup.

Di ujung kedua jembatan, diberi bambu dan kursi agar pengendara motor tidak melintas. Sebab jika terus dilalui, warga khawatir jembatan roboh dan membahayakan warga yang melintas. Sejumlah pengendara motor terpaksa memutar mencari jalan lain.

Lukito, warga sekitar, mengatakan, pondasi ambles pada Senin (13/1) pukul 02.30 WIB. Menurutnya, hujan deras yang terjadi dalam dua hari terakhir menyebabkan pondasi jembatan tergerus air dan akhirnya ambles.
“Kejadian amblesnya pondasi Senin (13/1) dinihari. Kalau tidak salah sekitar pukul 02.30,” katanya, Senin (13/1).

Warga lain, Ahmad Romdoni, mengatakan, jembatan dibangun sekitar 1990 dan menghubungkan sejumlah desa, seperti Desa Nawangsari, Desa Sumberagung, Desa Bumiayu di Kecamatan Weleri. Ke selatan sampai ke Desa Bumiayu, sedangkan ke utara menuju Desa Sumberagung.

“Tiap hari jembatan kayu ini dilalui sepeda motor, becak, sepeda kayuh dan pejalan kaki. Tidak sedikit pelajar dari kecamatan di sekitarnya melintasi jembatan itu,” terangnya.

Warga lain, Suryanto, menambahkan, amblesnya pondasi jembatan menyebabkan warga terpaksa memutar melalui Jalan Sedayu-Weleri atau melalui Jalan Weleri-Sukorejo. “Harapan warga, pondasi bisa segera diperbaiki,” ucapnya.

Kepala Desa Nawangsari, Ali Ridho mengatakan, sebenarnya jembatan tersebut sudah pernah diperbaiki. Namun karena kondisi tanah dan kontruksi jembatan yang tidak mampu menahan beban, maka pondasi jembatan kembali ambles.

“Tahun lalu jembatan mengalami putus, namun oleh Pemkab Kendal melalui Dinas PUPR sudah diperbaiki dengan menambah tiang penyangga menggunakan besi,” ujarnya.

Ali berharap, pemerintah bisa segera memparbaikinya. Terlebih, lokasi jembatan berdekatan dengan jembatan kereta api, sehingga lalu lintas kereta api akan menimbulkan getaran yang bisa memperparah kerusakan jembatan. “Semoga pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut, sebab sangat dibutuhkan oleh masyarakat Weleri dan sekitarnya,” tandasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiyono mengatakan, jembatan yang ambles merupakan jembatan desa. Petugas dari UPTD DPUPR sudah melihat kondisi di lapangan dan koordinasi dengan pemerintah desa.

“Kami siap membantu mungkin bisa pondasi atau lantai jembatan. Namun, pelaksanaan perbaikan tetap oleh pemerintah desa,” katanya. (lid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here