Bawaslu Pasangkayu Kembali Ingatkan ASN

PASANGKAYU – Memasuki tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 khususnya di Kabupaten Pasangkayu, Bawaslu kembali ingatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak terlibat apalagi melibatkan diri dalam politik praktis atau berafiliasi dengan politik.

Koordinator Divisi (Kordiv) Hukum Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Pasangkayu, Syamsudin menyatakan, ASN harus merdeka dari pilihannya, kuat dan mandiri. Sehingga terbebas dari segala bentuk pengaruh yang dapat mencoreng demokrasi.

“Kita ingatkan ASN agar tidak usah terlibat atau melibatkan diri dalam pengaruh politik praktis atau berafiliasi dengan partai politik (parpol). Sebab ASN terikat oleh aturan,” ujar Syam sapaan akrabnya di Pasangkayu, Senin 13 Januari.

Menurut mantan wartawan ini, bahwa tugas pokok dan fungsi Bawaslu tidak hanya diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10 tahun 2016 Pasal 30, akan tetapi juga diatur dalam Perbawaslu Nomor 6 tahun 2018 tentang Pengawasan Netralitas ASN, Anggota TNI dan Polri.

“Aturan soal ASN ini agar tidak terjebak pada konflik kepentingan pribadi, kelompok maupun golongan menghadapi pilkada 2020. Itu sudah diatur dalam UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN Pasal 9 ayat 2 secara eksplisit menyatakan, pegawai ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik,” tutur Syam.

Ia menjelaskan, selain itu, dalam peraturan pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2004 Pasal 11 huruf c berbunyi, etika terhadap diri sendiri, menghindari konflik kepentingan pribadi, kelompok maupun golongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here