Azis: Jangan Ada Pembunuhan Karakter

Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Kuasa Hukum Perhimpunan Advokat Pro Demokrasi, Agus Rihat Manalu memberikan keterangan seusai melapor ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI di Ruang MKD Gedung DPR RI kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/1/2020). Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) melaporkan pelanggaran kode etik Azis Syamsudin sebagai anggota DPR RI berdasarkan atas Pengakuan Mustafa, mantan Bupati Kabupaten Lampung Tengah, yang memberikan keterangan di Luar Persidangan, bahwa Azis Syamsudin Menerima fee sebesar 8 Persen dari pengelontoran Dana Alokasi Khusus Pada APBN 2017.

JAKARTA – Pasca dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin tak bergeming. Justru, politisi Partai Golkar ini berencana akan melaporkan balik pihak-pihak terkait. Alasannya, mereka dinilai telah mencemarkan nama baiknya.

Kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Azis mengaku akan membuat laporan pidana. Hal ini menyusul sejumlah tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan kasus mantan Bupati Lampung Timur, Mustafa. “Insya Allah besok (hari ini, Red) saya akan buat laporan pidana terhadap pihak-pihak terkait sehubungan atas pencemaran nama baik saya,” kata Azis melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp, Senin (13/1) malam.

Wakil Ketua DPR bidang Korpolkam ini menyebut sebagai warga negara, dirinya mengaku menghargai proses yang sedang berjalan. Ia berharap, kasus tersebut jangan sampai mempolitisasi dirinya. “Saya menghargai proses yang sedang berjalan dan terkait dengan diri saya. Namun, saya berharap tidak dipolitisasi yang mengarah kepada pembunuhan karakter,” bebernya.

Perhimpunan Advokat Pro Demokrasi (PAPD) pada Senin (13/1) kemarin, melaporkan Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Azis Syamsuddin ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI. Hanya saja, pelaporan tersebut tidak disertai bukti baru.

PAPD masih berkutat pada pemberitaan sejumlah media massa. Yakni atas dugaan pelanggaran kode etik masa lalu saat dirinya menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI periode sebelumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here