52 Hektar Lahan Kosong Dijual
MEMBALONG - Seluas 52 hektar lahan kosong di Desa Membalong, Kecamatan Membalong ternyata telah dijual. Hal itu dikatakan mantan Kepala Desa Membalong Firman, saat dikonfirmasi Belitong Ekspres, Senin (13/1) kemarin. Penjualan lahan kosong saat ia masih menjabat sebagai Kepala Desa dengan harga Rp 75 juta per hektar-nya.
"Penjualan lahan tersebut sudah melalui proses yang panjang, dan dirapatkan dahulu kepada seluruh masyarakat. "Prosesnya dari Oktober lalu. Sudah ada juga persetujuan masyarakat seluruhnya, uangnya pun dibagikan ke masyarakat juga," kata Firman.
Firman menjelaskan, pembagian uangnya dihitung per Kartu Keluarga (KK) dengan nominal Rp15 juta untuk warga asli Membalong. Selain itu, warga pendatang juga mendapatkan "jatah" atas penjualan lahan tersebut yakni sebesar Rp1 juta untuk per KK. "Untuk para pemuda juga ada Rp1juta dan sisanya buat Pembangunan Masjid, ada 2 masjid yang disumbangkan," jelasnya.
Ia mengakui bahwa awalnya lahan tersebut masih kosong. Dan berdasarkan kesepakatan, lahan kosong itu diatas namakan milik masyarakat setelah adanya pembeli. "Ya, masyarakat juga setuju semua dan kita sepakat jual," jelasnya.
Sementara itu, salah satu warga Desa Membalong, Riko juga membenarkan hal tersebut. Menurutnya, lahan yang terletak di Jalan Raya Membalong Desa Membalong itu dijual kepada investor yang untuk membuat tambak udang. "Ya benar, saya juga dapat (Rp15juta) pembagiannya semalam (Jumat, 10/1). Untuk tambak udang," katanya.
Kemudian kata Riko, dalam musyawarah seluruh masyarakat menyetujui, kecuali 4 orang yang menyatakan tidak setuju dan tidak mengambil uang "jatahnya". "Sepakat lagi, jatah ke empat orang itu disumbangkan ke masjid," jelasnya.
Bahkan, selain itu tokoh-tokoh masyarakat, yang sudah tua pun menikmati hasil dari penjualan tanah tersebut. “Ini memang keinginan masyarakat, orang tua pun masih menikmati. Itukan yang koordinir Rt dengan Kadus. Setelah musyawarah sepakat untuk dijual dan dibuka tambak udang,” jelasnya.
Menurutnya, hal ini tidak perlu dipermasalahkan. Karena hal ini sudah melalui musyawarah yang panjang. Sudah tidak ada masalah lagi, kan sudah semuanya sepakat. Kalau empat orang itu orang kaya jadi mungkin tidak perlu uang itu,” pungkasnya. (fg6)