50 Perempuan Idap Kanker Payudara

Foto: pixabay

LUBUKLINGGAU – Kanker atau cancer jadi penyakit paling mengerikan di jagat dunia. Berdasar data yang tercatat di Rumah Sakit (RS) Dr Sobirin, kasus penderita kanker dari tahun 2018 ke tahun 2019 meningkat.

Direktur RS Dr Sobirin, dr RM Nawawi melalui Kepala Bidang Perencanaan dan Rekam Medis, Sumiati mengatakan tahun 2018 ada 78 orang yang dirawat inap dengan diagnosa kanker. Paling banyak atau 28 orang divonis Kanker Payudara, sembilan orang menderita kanker nosopharyng, lima pasien menderita kanker kandung kemih, empat orang menderita kanker colon dan empat orang menderita kanker serviks uteri.

Sementara tahun 2019, pada Januari-November saja, ada 81 pasien didiagnosa menderita kanker (data baca tabel).

Data yang terjadi di RS DR Sobirin seias dengan data World Health Organization (WHO) yang menunjukkan kasus kanker paling banyak terjadi di Indonesia adalah kanker payudara, yakni 58.256 kasus atau 16,7 persen dari total 348.809 kasus kanker. Kanker serviks (leher rahim) merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak terjadi di Indonesia sebanyak 32.469 kasus atau 9,3 persen dari total kasus.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, angka kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 orang per 100 ribu penduduk. Rata-rata kematian akibat kanker ini mencapai 17 orang per 100 ribu penduduk.

Sementara itu, angka kanker serviks di Indonesia mencapai 23,4 orang per 100 ribu penduduk. Rata-rata kematian akibat kanker serviks mencapai 13,9 orang per 100 ribu penduduk.

Upaya pencegahan dan pengendalian kedua jenis kanker tersebut dilakukan dengan cara deteksi dini pada perempuan usia 30-50 tahun. Metode yang digunakan adalah Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) dan inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) untuk kanker serviks.

Menurut Humas RS Dr Sobirin, dr Evi Damayanti, kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh. Pertumbuhan sel abnormal ini dapat merusak sel normal di sekitarnya dan di bagian tubuh yang lain.

Khusus kanker payudara, deteksi dini bisa dilakukan sejak masih stadium 1. Agar jika sel kanker tersebut tumbuh, tidak terlambat untuk mengobatinya.

Biasanya ciri kanker payudara munculnya benjolan di payudara. Benjolan ini tidak selalu terasa sakit. Meski demikian, tidak semua benjolan yang muncul pada payudara bersifat kanker. Benjolan ini dapat teraba saat melakukan pemeriksaan pribadi di rumah.

Selain itu, tumbuhnya sel kanker pada payudara juga bisa ditandai dengan warna kulit payudara berubah. Perubahan warna ini terkadang disalahartikan dengan infeksi.

Padahal, jika tidak yakin dengan benjolan yang muncul di dalam payudara, perubahan warna kulit sudah cukup untuk membuat kita lebih waspada. Pada tahap ini, kulit payudara akan menjadi kemerahan seperti terjadi iritasi, tekstur dan warna kulit seperti kulit jeruk, dan permukaan kulit area payudara yang terkena kanker tampak berlekuk-lekuk, serta terjadi penebalan kulit.

Kanker payudara juga bisa ditandai dengan puting terasa sakit (nyeri). Mungkin juga keluar cairan tidak normal dari puting atau puting melesak ke dalam. Kadang juga disertai dengan muncul benjolan pada ketiak. Karena kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening di bawah ketiak. Guna mengenali ciri-ciri kanker payudara stadium 1 di atas, cobalah untuk rajin melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) setiap bulan. Rajin melakukan SADARI juga dapat membantu kita mengenali tekstur jaringan payudara sendiri, sehingga mampu merasakan kejanggalan pada payudara dan dapat diperiksakan sedini mungkin.

Menurut dr Evi, kanker sering menyebabkan kematian karena umumnya penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada awal perkembangannya, sehingga baru terdeteksi dan diobati setelah mencapai stadium lanjut.

Oleh karena itu, lakukanlah pemeriksaan skrining atau cek kesehatan secara berkala, agar kanker dapat terdeteksi secara dini. Untuk mencegah kanker, jalani pola hidup yang sehat, yaitu dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rajin berolahraga, tidak merokok, dan tidak minum alkohol.

Penyebab utama kanker adalah perubahan (mutasi) genetik pada sel. Mutasi genetik akan membuat sel menjadi abnormal. Sebenarnya, tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk menghancurkan sel abnormal ini. Bila mekanisme tersebut gagal, sel abnormal akan tumbuh secara tidak terkendali.

Faktor yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker berbeda-beda, tergantung pada jenis kankernya. Meskipun demikian tidak ada jenis kanker yang spesifik hanya dipicu oleh 1 faktor. (adi/lik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here