Dihantam Ombak Tinggi, Kapal Material Tenggelam
TANJUNGPANDAN - Terjangan ombak tinggi mengakibatkan tenggelamnya KM RL No. 2, Minggu (12/1) dini hari. Kapal barang yang tenggelam di sekitaran perairan Belitung atau 1 mil dari Pulau Mendulu itu, dikabarkan mengangkut bahan material bangunan seperti semen, besi serta drum kosong.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tanjungpandan, Afriyon Putra mengatakan, bahwasannya KM EL No. 2 tidak mengalami kerusakan apa pun hingga menyebabkannya tenggelam. Namun, kondisi cuaca ekstrim membuat ketinggian gelombang laut mencapai 3 meter.
“Pengakuan dari nakoda kapal untuk sementara ya karena gelombang tinggi. Jadi di tengah perjalanan air terus masuk ke dalam kapal, dan lama-kelamaan kapal ini sudah tak mampu menampung hingga tenggelam,” ujar Afriyon saat dikonfirmasi Belitong Ekspres di ruang kerjanya, Minggu (12/1/2020).
Afrion menjelaskan, KM EL No. 2 dengan rute Sunda Kelapa – Pontianak ini tenggelam dengan koordinat 03°42’23,97 S – 107°15,55,44 T di bawah Pulau Belitung, sekira pukul 03.00 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian naas tersebut.
"Nakoda serta ABK yang berjumlah 14 orang tersebut sempat terombang ambing di lautan selama kurang lebih 2 jam. Mereka memiliki Liferaft yang bisa menampung 20 orang, jadi tidak berendam di air mereka tapi diatas Liferaft ini. Biasanya di dalam Liferaft ini juga ada makanan untuk sekedar mengganjal perut," jelasnya.
Sementara itu kata Afriyon, yang mengevakuasi ke 14 orang ABK tersebut ialah KM Tetap Jaya yang melintas di line tersebut sekitar pukul 05.00 WIB. "KM Tetap Jaya yang mendekat dan mereka dibawa ke sini," ujarnya.
14 ABK dan nakoda kapal yang berukuran 1.049 GT itu kini masih mengalami trauma. Pasca kejadian tersebut, lanjut Afriyon pihaknya akan berkoordinasi dengan pemilik untuk memindahkan kapal tersebut. "Tetap harus dipindahkan. Karena itukan lane kapal, takut nanti ada kapal lain yang menabrak kapal (tenggelam) itu," jelasnya.
Berdasarkan hal tersebut, KSOP Kelas IV Tanjungpandan sudah mengeluarkan notice marine pada koordinat itu. "Jadi dengan adanya pengumuman ini, kapal kapal lain sudah mengetahui akan koordinatnya. Supaya mereka bisa mengantisipasi tabrakan dengan berbelok jangan lewat pada koordinat itu. Tapi nanti pasti bakal dipindahkan," tukasnya. (fg6)