Ketahuan Merokok, 26 Kader PDIP Dijatuhi Sanksi

Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Presiden RI, Joko widodo didampingi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Wakil presiden, Ma’ruf Amin membuka Rapat kerja nasional (Rakernas) I sekaligus HUT ke-47 PDIP di JIEXpo Kemayoran, Jakarta (10/1/2019). Rakernas yang pertama ini digelar hingga 12 Januari 2020 dengan mengambil tema Solid bergerak wujudkan Indonesia Negara industri berbasis riset dan inovasi nasional.

# PDIP Target 60 Persen Menang Pilkada 2020

JAKARTA – Sebanyak 26 kader PDIP yang sedang mengikuti rangkaian Rakernas I PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, mendapat sanksi. Tak tanggung-tangung, sanksi itu langsung diberikan oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Penyebabnya mayoritas ketahuan merokok.

“Ketua umum terus memantau. Sanksi ini sesuai dengan pidato politik Ketua Umum pada saat pembukaan rakernas. Dimana, disiplin langsung diterapkan. Mereka yang tidak menjalankan instruksi Ketum, instruksi partai, langsung diberi sanksi,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di sela-sela Rakernas I PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu.

Menurutnya, ada 26 kader partai yang kena sanksi. Kebanyakan karena merokok di luar arena saat rakernas berlangsung. “Mereka diberi sanksi karena tidak menjalankan perintah dalam disiplin partai. Ada yang merokok di luar pada saat acara. Ada yang terlalu asyik di tempat lain, juga langsung diberi sanksi. ID card-nya dikasih lubang. Bahkan, ada yang lubangnya dua,” imbuh Hasto.

Selain itu, kader yang melakukan provokasi saat melakukan antrean juga dijatuhi sanksi. Dikatakan, enjadi kader partai berlambang banteng moncong putih harus siap menjadi pemimpin dan pengikut. “Kami langsung berikan sanksi saat itu juga,” tegasnya.

Sementara itu, terkait persiapan Pilkada 2020 yang digelar di 270 provinsi dan kabupaten/kota, Megawati menargetkan kemenangan 60 perse. Target itu berdasarkan keputusan Kongres PDIP beberapa waktu lalu. Bahkan, dalam pertemuan tertutup pada Jumat (11/1) malam, Megawati kembali menegaskan hal tersebut.

“Intinya PDIP harus memenangi Pilkada Serentak 2020. Ini sudah menjadi keputusan Kongres. Targetnya menang 60 persen. Konsolidasi memenangi pilkada di daerah-daerah yang sudah dipetakan,” jelas Wasekjen PDIP Arief Wibowo.

Terkait pasangan koalisi Pilkada 2020, Mega meminta para kader di daerah memikirkannya secara matang. Sebab, Pilkada tidak hanya memenangkan pasangan calon, tetapi juga partai. “Tidak boleh sekadar memenangkan orangnya. Tetapi harus juga bisa memenangkan partai dan rakyat,” imbuhnya.

Target tersebut, lanjut Arief, wajib bagi seluruh kader. Sebab, kemenangan Pilkada 2020 akan menjadi dasar kemenangan di Pileg dan Pilpres 2024. Bali dan Jawa Tengah masih menjadi andalan PDIP pada Pilkada tahun ini. Di dua daerah itu, PDIP tetap mengutamakan kadernya sendiri. “Seperti Bali dan Jawa Tengah. Itu kan memang basis utama. Juga ada beberapa daerah lain yang dalam hitungan kita punya potensi menang,” ucapnya.(rh/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here