Korban Terseret Ombak Tak Kunjung Ditemukan

Foto: KOORDINASI. Tim SAR Gabungan melakukan koordinasi dan memutuskan untuk menghentikan pencarian korban terseret ombak di Pantai Jetis, kemarin.

Seorang korban yang dinyatakan hilang terseret ombak di Pantai Jetis Kabupaten Purworejo tak kunjung ditemukan. Tim SAR gabungan yang melakukan operasi pencarian selama 7 hari terakhir memumutuskan untuk menghentikan pencarian pada Senin (6/1).

EKO SUTOPO, Purworejo

Korban adalah Taufik Nur Hidayat (19), warga Desa Tamansari Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo. Ia dinyatakan hilang terseret ombak saat berwisata pada Selasa (31/12) pagi. Sebelum dinyatakan hilang, korban bersama teman-temannya bermain dan berenang di Pantai Jetis. Korban bersama salah satu temannya yakni Suranto (19) berenang terlalu jauh dan terseret ombak. Suranto dapat menyelamatkan diri, tetapi korban terseret ombak dan hilang.

Adapun tim SAR gabungan yang terlibat dalam pencariaan korban selama antara lain Basarnas Jogjakarta, Polsek Grabag, Koramil Grabag, BPBD Purworejo, SAR MTA, PMB Rescue, Code X, Bankom Purworejo, Rapi Purworejo, dan potensi SAR lainnya.

“Pencarian sudah kami lakukan selama tujuh hari namun korban belum ditemukan. Sesuai SOP dari Basarnas di UU Pencarian dan Pertolongan No 29 tahun 2014, operasi SAR akan ditutup setelah tujuh hari. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan sudah mengikhlaskan, oleh karena itu operasi pencarian resmi ditutup sore ini,” kata Pipit Eriyanto, Humas Basarnas Jogjakarta, Senin (6/1).

Menurut Pipit, pencarian awal melibatkan sekitar 50 personel tim SAR dan warga setempat. Tim dibagi menjadi dua SRU (Search and Rescue Unit).

Untuk SRU 1 berjumlah 25 personel melakukan pencarian dan penyisiran sepanjang pantai Jetis ke arah barat. Sementara untuk SRU 2 berjumlah 25 personel melaksanakan pencarian dan penyisiran di sepanjang pantai ke arah timur.

Masing-masing SRU melakukan pencarian dan penyisiran sejauh radius 2 kilometer. Untuk setiap personel SRU 1 maupun SRU 2 yang melakukan pencarian dan penyisiran ke arah barat dan timur ditempatkan personel lima orang di 5 titik yaitu di jarak 500 meter-2 kilometer dari lokasi kejadian.

Pada hari ketujuh pencarian, jumlah personel yang terlibat hanya sekitar 30 orang dan operasi difokuskan ke arah timur hingga muara Pantai Glagah, Kulon Progo yang berjarak sekitar 21 kilometer dari lokasi kejadian. Pencarian difokuskan ke arah timur karena angin mengarah ke timur sehingga korban diperkirakan terbawa arus ke arah timur.

“Pencarian memang kami fokuskan ke arah timur karena angin mengarah ke timur dengan harapan korban bisa ditemukan, namun nihil,” jelasnya.

Meski operasi pencarian telah ditutup, kemungkinan operasi pencarian akan dilaksanakan kembali jika ada laporan temuan korban. Tim SAR tetap akan melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Dan jika dikemudian hari ada tanda-tanda korban atau pakaian korban ditemukan, maka operasi SAR bisa dibuka kembali,” ungkapnya. (top)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here