Jadi Sorotan Dunia, Ternyata Media Cina Tak Tertarik Isu Natuna

Beranda Coffee Morning Jadi Sorotan Dunia, Ternyata Media Cina Tak Tertarik Isu Natuna

JAKARTA – Gejolak di perairan Natuna menyedot perhatian dunia. Terlebih Indonesia telah melancarkan sinyal untuk tidak segan-segan mengusir siapa pun yang coba-coba masuk dalam kawasan tersebut. Ini dibuktikan dengan kesiagaan TNI AD maupun Marinir.

Dari derasnya informasi yang ada, ternyata sejumlah media media mainstream di Cina, lebih memilih wait and see dalam menyikapi gejolak yang terpapar di jagad maya. Muncul kesan, mereka tidak berani menuangkan hasil reportase di lapangan karena cenderung bakal disorot pemerintah setempat.

 

 

Ya, media-media di negeri dengan paham komunis itu, lebih tertarik memberitakan peristiwa banjir di Jakarta daripada isu Natuna yang sama-sama mengemuka pada awal 2020. Bahkan berita serangan Amerika Serikat yang menyebabkan tewasnya Pengawal Revolusi Iran Qassem Soleimani di Baghdad yang menjadi head line rubrik internasional media-media di Cina.

Saat Fajar Indonesia Network (FIN) memasukkan 中国与印尼之间的纳图纳冲突 (konflik natuna antara cina dengan indonesia) mesin pencarian tak mendeteksi berita terkait.  Sementara ketika nama Indonesia atau 印尼 dalam bahasa Mandarin di beberapa mesin pencarian media-media arus utama Cina, baik yang berbahasa Inggris maupun Mandarin, yang keluar justru berita-berita mengenai banjir di Jakarta (雅加达洪水)

Salah satu contohnya, ”Yinni Yajiada hongzai yunan renshu sheng zhi 53 ren 17 wan ren wufa fanjia” (Korban tewas banjir besar Jakarta Indonesia mencapai 53 orang, 170 ribu jiwa lainnya masih belum bisa pulang), demikian Huanqiuwang kantor berita yang berkedudukan di Beijing, Minggu (5/1)

Media resmi berbahasa Mandarin yang memiliki nama internasional Global Times itu melengkapi berita tersebut dengan foto seorang pengendara motor yang melaju di atas jalan raya berkubang lumpur bekas banjir di Bekasi.

 

 

Saat memasukkan nama Natuna (termasuk dalam tulisan Hanzi) di mesin pencarian beberapa media resmi yang keluar justru berita-berita lama antara 2016 hingga 2018, itu pun topiknya bukan konflik perbatasan baru-baru ini.

Pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Geng Shuang yang menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi juga tidak menjadi bahasan utama media-media China. Chinamil.com.cn, laman berita militer Cina, baik versi Inggris maupun Mandarin juga tidak menurunkan laporan mengenai aktivitas pengamanan di perairan sekitar Pulau Natuna.

Yang menjadi top story di laman berita milik Komisi Militer Pusat Cina (CMC) itu adalah perintah Presiden Xi Jinping sekaligus Ketua CMC untuk memobilisasi latihan militer pasukan bersenjata Kamis (2/1) lalu.

 

Terpisah Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono menyatakan kapal nelayan China menangkap ikan dengan menggunakan pukat harimau yang ditarik dua kapal di laut Natuna, Kepulauan Riau.

“Berdasarkan pantauan kami dari udara, mereka memang nelayan Cina yang menggunakan pukat harimau,” kata Pangkogabwilhan I dalam konferensi pers di Pangkalan Udara TNI AL, di Tanjungpinang, Kepri, Minggu (5/1).

Dia mengemukakan, pukat harimau di Indonesia dilarang oleh pemerintah melalui peraturan menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015. Terakhir kali nelayan China menggunakan pukat harimau di laut Natuna sekitar tahun 2016 silam, di mana saat itu TNI menangkap dua kapal negara asing tersebut.

Sejak penangkapkan itu, lanjutnya, tak ada lagi nelayan Cina yang berani menangkap ikan di Natuna. Namun, sekarang mereka datang kembali menjarah potensi laut Indonesia. ”Bahkan aktivitas nelayan mereka kini didampingi dua kapal penjaga pantai (coast guard) dan satu pengawas perikanan Cina,” ucapnya.

 

 

Yudo menegaskan, pihaknya telah melakukan upaya persuasif mengajak kapal penjaga pantai China membawa nelayan-nelayannya meninggalkan perairan Natuna. Menurut dia, sesuai aturan seharusnya nelayan Cina tersebut ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Sementara kapal penjaga pantai memang hanya diusir keluar dari perairan Indonesia.

”Tapi kita lakukan upaya damai. Meminta mereka keluar dengan sendirinya, di samping upaya negosiasi juga dilakukan Kementerian Luar Negeri Indonesia dengan Cina,” ujarnya.

Yudo menambahkan TNI juga telah menggelar operasi dengan menurunkan dua unsur KRI guna mengusir kapal asing tersebut keluar dari Natuna. Operasi ini, kata dia, tidak memiliki batas waktu sampai kapal Cina betul-betul angkat kaki dari wilayah maritim Indonesia.

”Fokus kami sekarang ialah menambah kekuatan TNI di sana. Besok akan ada penambahan empat unsur KRI lagi untuk mengusir kapal-kapal tersebut,” tuturnya. (ful)

Baca Juga

Efek Messi, Lautaro Batal Join Barcelona?

MILAN - Barcelona telah mengakhiri era keemasannya dengan cara yang tidak indah, dan sedang dalam krisis yang mungkin sulit untuk dihindari.  Kalah dari Madrid di...

SDGs: Upaya Mencapai Target dalam Situasi Pasca Pandemi Covid-19

Oleh: Fahmi Prayoga  SAMPAI detik ini, kita masih menghadapi pandemi yang telah mempengaruhi seluruh lini kehidupan penduduk di muka bumi. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang...

Melirik Angka sampai Manisnya Drama Demokrat-PDIP

Oleh: M. Syaiful Amri KONSTRUKSI  politik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Lampung memang menarik untuk diikuti. Taburan surat rekomendasi pun nyaris membuat publik geleng-geleng...

Pertaruhan Incumbent: Hadapi Pilkada dan Pandemi

Maka tidak heran jika bansos untuk penanganan pandemi terjadi tidak tepat sasaran dalam penyalurannya. Warga yang butuh sokongan terlewatkan, sementara yang tidak cukup layak menerima justru malah mendapatkan jatah bantuan.

Rekomendasi Lainnya

P2G Sebut Kesejahteraan Guru Honorer Masih...

JAKARTA - Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengatakan masih banyak pekerjaan rumah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim terkait guru....

OTT Menteri Edhy Prabowo, Eks Pimpinan...

JAKARTA - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto atau BW mengapresiasi kinerja penyidik senior KPK Novel Baswedan atas giat operasi tangkap...

Infografis: Statistik Covid-19 di Indonesia Rabu,...

JAKARTA - Update Infografis percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia per tanggal 25 November 2020 Pukul 12.00 WIB.

LPSK Bakal Segera Fasilitasi Pemberian Kompensasi...

DENPASAR - Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo mengatakan LPSK bakal memberikan kompensasi terhadap 39 korban terorisme Bom Bali I dan...

Tommy Sumardi Bantah Pernah Sebut Nama...

JAKARTA - Pengusaha Tommy Sumardi membantah kesaksian Irjen Napoleon Bonaparte yang menyatakan dirinya pernah menyebut nama Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, Wakil Ketua...

Tak Menyesal Pernah Nikahi Gisel, Gading...

JAKARTA - Aktor Gading Marten mengakui bahwa pernikahannya dengan Gisella Anastasia pada saat itu terasa sangat menyenangkan. Meski telah bercerai pada Januari 2019 lalu,...

Amankan Menteri Edhy Prabowo, ICW Minta...

JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengapresiasi tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan...

Bea Cukai Semarang Asistensi Kawasan Industri...

SEMARANG – Bea Cukai Semarang terus berupaya mendorong suksesnya Kawasan Industri Kendal (KIK) yang merupakan salah satu kawasan ekonomi khusus (KEK) berdasarkan Peraturan Pemerintah...

Baca Juga

Efek Messi, Lautaro Batal Join Barcelona?

MILAN - Barcelona telah mengakhiri era keemasannya dengan cara yang tidak indah, dan sedang dalam krisis yang mungkin sulit untuk dihindari.  Kalah dari Madrid di...

SDGs: Upaya Mencapai Target dalam Situasi Pasca Pandemi Covid-19

Oleh: Fahmi Prayoga  SAMPAI detik ini, kita masih menghadapi pandemi yang telah mempengaruhi seluruh lini kehidupan penduduk di muka bumi. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang...

Melirik Angka sampai Manisnya Drama Demokrat-PDIP

Oleh: M. Syaiful Amri KONSTRUKSI  politik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Lampung memang menarik untuk diikuti. Taburan surat rekomendasi pun nyaris membuat publik geleng-geleng...

Pertaruhan Incumbent: Hadapi Pilkada dan Pandemi

Maka tidak heran jika bansos untuk penanganan pandemi terjadi tidak tepat sasaran dalam penyalurannya. Warga yang butuh sokongan terlewatkan, sementara yang tidak cukup layak menerima justru malah mendapatkan jatah bantuan.

Vedomosti Hilang dari Peredaraan

JAKARTA – Kabar mengejutkan datang. Sejumlah editor senior surat kabar Vedomosti berhenti. Vedomosti merupakan koran berbasis bisnis. Cukup terkemuka Rusia. Tidak terbit sejak Senin (16/6). Bukan...

Berita Terbaru

Kemnaker Salurkan Subsidi Tahap V ke 500 Ribu Pekerja

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) termin kedua bagi para pekerja. Tahap kelima penyaluran bantuan ini menyasar 567.723 pekerja...

UNICEF: Anak-anak Paling Dirugikan Atas Mewabahnya Covid-19

JAKARTA - Perwakilan Komite Pengendalian Covid-19 UNICEF Arie Rukmantara mengungkapkan anak-anak menjadi kelompok yang paling dirugikan atas merebaknya virus Covid-19. "Yang paling dirugikan dalam krisis...

Tanggapi Kasus Millen, Ashanty Juga Ungkap Harapan Keluarga

JAKARTA - Usai bungkam setelah Millendaru alias Millen Cyurs ditangkap karena tersandung kasus narkoba pada akhir pekan lalu, Ashanty akhirnya memberikan tanggapan terhadap keponakannya...

Jumlah Penumpang Angkutan Umum Libur Nataru Diprediksi Menurun 52 Persen

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi jumlah penumpang angkutan umum pada libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 bakal menurun sekitar 52 persen dibanding...

Di-Unfollow Azka, Kalina Ocktaranny Dianggap Buta karena Cinta

JAKARTA - Hubungan asmara Kalina Ocktaranny dengan Vicky Prasetyo yang telah terjalin sejak dua pekan lalu masih menyita perhatian publik hingga saat ini. Bahkan, anak...

Foto-Foto

News

Viral Ceramah Gus Miftah Akui Senang Ngaji dengan Lonte: Ngajinya Pahala, Matanya Bervitamin

JAKARTA- Sebuah video ceramah dari Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah viral di jagat twitter. Video yang berdurasi 22 detik itu, diunggah oleh pegiat...

Buya Syafiih: Mendewakan Keturunan Nabi adalah Bentuk Perbudakan Spritual

JAKARTA- Tokoh Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafiih, mengkritik pihak-pihak yang kerap menganggungkan para Habaib atau tokoh yang mempunyai garis keturunan dengan nabi...

14 Larangan Polri di Pilkada

JAKARTA - Anggota Polri harus menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Jika ada yang tak netral, sanksi pun akan diberikan. Kadiv Humas Polri Irjen...