JK Turun Tangan, 60 Ribu Warga Mengungsi

    JAKARTA – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Jusuf Kalla meninjau dapur umum PMI Jakarta Timur yang berada di kantor organisasi nirlaba tersebut pada kemarin (2/1). Pria yang akrab disapa JK menyaksikan secara langsung aktivitas relawan PMI yang bekerja di dapur umum sekaligus berdialog dengan para relawan.

    JK juga menyempatkan diri untuk mencicipi menu masakan yang sudah selesai dimasak oleh para relawan. Sebelum tiba di lapangan, JK melakukan rapat terbatas dengan para pengurus PMI di markas PMI Pusat, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan didampingi oleh Ketua PMI DKI M. Ali Reza.

    Dalam rapat tersebut, JK mendapat penjelasan mengenai bantuan kemanusiaan PMI di beberapa titik terdampak banjir di Jakarta. JK meminta para relawan untuk menyiapkan kebuyuhan mendesak para korban banjir, seperti buku-buku untuk anak-anak sekolah dan peralatan pembersih rumah.

    JK juga mengimbau seluruh relawan PMI tetap menjaga semangat dan selalu siap siaga untuk membantu para korban bencana. ”Pasca saya juga berharap warga untuk tetap waspada terhadap bahaya penyakit yang mulai menyerang. Khususnya untuk 60 ribu warga yang mengungsi. Kepada rekan-rekan PMI jaga kesehatan,” singkat JK.

    Pascabanjir di sejumlah daerah berdampak munculnya penyakit-penyakit pada warga yang harus segera diantisipasi penanganannya, terutama infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA), diare dan penyakit kulit yang mulai menyerang.

    Dalam menghadapi bencana banjir ini, korban terdampak banjir untuk segera membersihkan tubuh yang terkena air kotor, makan makanan yang bersih dan sehat serta minum air minum yang bersih. “Kami informasikan, jika ada gejala batuk-batuk dan bersin-bersin tidak berhenti, segera ke Puskesmas atau dokter. Sementara hindari makanan dan minuman yang dingin, usahakan yang hangat,” terang Ketua Umum PDIB James Allan Rarung, kemarin (2/1).

    Dia juga mengimbau warga untuk selalu mengganti pakaian yang basah dengan yang kering sebagai bagian dari upaya menjaga diri tetap bersih dan sehat. James juga mengatakan bantuan bahan makanan yang dibutuhkan oleh warga terdampak langsung banjir harus segera disiapkan sehingga mencegah penyakit gangguan gizi akut. “PDIB tentu saja akan bersama-sama membantu dan mendukung langkah-langkah Ikatan Dokter Indonesia dan pemerintah dalam situasi ini,” tuturnya.

    Banjir awal tahun 2020 menggenangi wilayah yang cukup luas di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek), dengan ketinggian air bervariasi dari 30 cm hingga 200 cm. Dari data per 1 Januari 2020, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan ada 169 titik banjir di seluruh wilayah Jabodetabek dan Banten. Titik banjir terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat 97 titik, DKI Jakarta 63 titik dan Banten 9 titik.

    Hingga saat ini, BNPB mencatat sebanyak 16 korban jiwa akibat banjir yang melanda kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi. Pemerintah Kota Tangerang mencatat jumlah warga terdampak banjir mencapai 16 ribu jiwa lebih yang tersebar di 13 kecamatan.

    Sementara itu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerjunkan 11.000 petugas untuk membantu pengungsi akibat banjir Jakarta serta kawasan lain dan mengerahkan bantuan psikologis untuk membantu menghilangkan trauma kaum yang rentan.

    ”Kita bersama-sama prihatin dan kalau dari Kementerian Kesehatan mengecek supaya mencegah supaya jangan sampai muncul penyakit maupun wabah. Dari sisi psikologis, kita gerakkan teman-teman dari puskesmas maupun dari TNI dan Polri untuk membantu supaya tidak ada trauma psikologis,” papar Menkes Terawan Agus Putranto ketika ditemui saat mengunjungi pengungsi di penampungan di Kalimalang, Jakarta Timur, kemarin.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here