Hujan Seharian, Kota Tangerang Lumpuh

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sekitar wilayah Jabodetabek, Rabu (27/11/2019) pagi cenderung cerah berawan, Pada siang harinya, cuaca mendung berawan gelap merata menyelimuti seluruh DKI Jakarta. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

TANGERANG – Hujan seharian tiada henti kemarin, mengakibatkan Kota Tangerang lumpuh. Seluruh kecamatan diterjang banjir. Ribuan rumah di 13 kecamatan terendam. Tiga kecamatan mengalami banjir yang sangat parah. Kecamatan Ciledug, Batuceper dan Larangan. Air merendam hingga atap rumah.

Sungai Cisadena pun meluap. Air merendam rumah penduduk, tempat usaha dan perusahaan yang berada di bantaran sungai. Bahkan, air meluap hingga ke Jalan MH Thamrin dengan ketinggian sepinggang orang dewasa, Rabu (1/2) petang. Arus lalulintas dari arah Kebon Nanas menuju Cikokol dan sebaliknya lumpuh. Kendaraan tidak bisa melintasi jalan tersebut.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah bersama Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Abdul Karim dan juga Dandim 0506 Tangerang Letkol Inf Wisnu Kurniawan turun langsung ke lokasi banjir yang parah di kompleks Perumahan Ciledug Indah. Mereka menerjang banjir dan ikut mengevakuasi warga.

Arief mengatakan, banjir di Kota Tangerang ini terjadi sejak dini hari. Lantaran hujan yang mengguyur Kota Tangerang dari sore pada malam pergantian tahun. Semua yang ada di 13 Kecematan terkena dampak banjir ini. Akan tetapi ada 3 kecamatan yang sangat parah. Banjir menerjang hingga sampai atap rumah.

“Kondisi saat ini, hampir semuanya terkena banjir. Tetapi memang ada 3 kecamatan yang menjadi perhatian khusus seperti Ciledug dan juga Batuceper ketinggian air mencapai atap rumah. Tadi (kemarin) saya bersama pak Kapolres dan pak Dandim juga ikut mengevakuasi warga yang terkena banjir,” ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di Ciledug, Rabu (1/1).

Ia menjelaskan, akibat banjir di Kota Tangerang, pihaknya telah menerjunkan seluruh tim untuk segera membantu warga yang terkena banjir.

Bahkan posko di 13 kecamatan juga sudah didirikan untuk mengungsikan warga yang rumahnya terendam parah.

“Saya langsung cepat membuka pintu air yang menghubungkan kali Mookervart ke sungai Cisadane. Debit air yang melebihi ambang batas di kali Mookervart dikhawatirkan meluap ke jalan. Hampir 30 menit membuka pintu air dan kali Mookervart sudah normal kembali langsung saya mengarah ke Ciledug. Karena wilayahnya terdampak dari kali Angke,” ungkapnya.

Arief menuturkan, dari laporan yang didapat 13 kecamatan ini tinggi air bervariasi, ada yang 15 cm dan terparah 200 cm. Tetapi dirinya meminta kepada warga untunk tetap melaporkan mana saja wilayah yang belum tersisir. Agar mempermudah dan mempercepat tim untuk melakukan evakuasi jika ada laporan warga.

“Untuk laporan bisa langsung ke telepon 112. Kami menerima aduan masyarakat. Tim yang di lapangan, BPBD, pihak kepolisian, TNI AD, PMI, dan juga Satpol PP melakukan penyisiran untuk melakukan evakuasi,”pungkasnya.

Sementara itu, Hendrik Halim warga RT 01 RW 01 Kelurahan Poris Gagabaru, Kecamatan Batu Ceper mengungkapkan, rumah yang ia tempati terendam hingga atap rumah. Kejadian tersebut terjadi sejak pukul 02.00 WIB setelah malam pergantian tahun.

“Biasanya banjir tidak sampai separah ini. Walaupun dekat kali Mokervat air tidak sampai meluap. Kali ini, banjir sangat parah sampai ratusan rumah terendam hingga atap. Untungnya barang berharaga bisa terselamatkan,”katanya.

Menurut Hendrik, untuk yang terdampak banjir di wilayahnya ada dua RW dan lima RT. Dari RT 01 dan 02 di RW 012 semuanya rumah warga terendam banjir, selanjutnya RT 01 sampai 04 di RW 02 sama, terendam dengan jumlah rumah ada sekitar 150 rumah warga.

“Kali Mokervat juga meluap sampai ke Jalan Daan Mogot, bahkan beberapa pohon yang ada di pinggir jalan tumbang sejak pagi karena tidak kuat menahan air dengan arus yang sangat kencang ditambah banyaknya sampah,”tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here