Harga Cabai Setara Daging Sapi

JAMBI – Harga cabai merah menjadi-jadi pada awal tahun 2020. Di pasar Angso duo, dan Simpang Pulai contohnya, harga cabai merah satu kilogram mencapai Rp120 ribu atau setara harga daging sapi sekilonya. Ini dikarenakan banyaknya toke cabai asal Medan yang sedang pulang kampung, sehingga stok cabai berkurang drastis sedangkan permintaan tetap banyak.

Amas, seorang pedagang cabai di Pasar Simpang Pulai mengakui menjual dagangangannya Rp 100 ribu per kilo gramnya. “Kalau satu mato, kita jual Rp 10 ribu, sekilo Rp100 ribu, ini karena barang sedikit, dan yang jual di sini cuma kami tiga pedagang saja,” jelasnya.

Bahkan, di meja pedagang lainnya di Simpang Pulai, Amas menyebut, harga mencapai Rp150 ribu. “Itu karena Dia ambil di Angso Duo Rp 120 ribu, jadi, jualnya Rp 150 ribu,” terangnya.

Tingginya harga ini ditenggarai Amas karena toke cabai di Jambi sedang pulang kampung ke Medan untuk merayakan tahun baru. “Jadi, tak aktivitas, mereka sedang lebaran kan tahun baru, ini lebaran pertama mereka, jadi yang di Jambi ini banyak juga yang gunakan cabai kemarin, dijual lagi,” jelasnya.

Ditanya apakah harga ini masih bertahan beberapa hari kedepan, Dia tak bisa memastikan. “Nampaknya selama masih momen tahun baru masih lah mahal, padahal kemarin harga cabai hanya Rp 50 ribu,” kata dia.

Dia menyebut, pedagang di Jambi memang akhir-akhir ini bergantung pada cabai dari Medan. “Karena asalnya dari situ (Medan), sedangkan dari Pulau Jawa dan Lampung baru masuk bulan besok (Februari),” katanya lagi.

Sedangkan Ayu, salah seorang pembeli yang telah berbelanja di Pasar Angso Duo dan Simpang Pulai pada (1/1) mengakui, dirinya membeli cabai merah di Angso Duo seharga Rp120 ribu sekilo. “Kita beli juga karena kebutuhan, kalau tahu begini enak distok dari kemarin-kemarin, semoga tak bertahan lama lah,” katanya.

Sedangkan untuk harga barang pokok (bapok) lain, Ayu menyebut, masih dalam batas normal. “Seperti bawang merah Rp 35 ribu sekilo, bawang putih Rp 28 ribu dan cabai rawit Rp30 ribu,” terangnya.

Pantauan koran ini, harga bapok lainnya juga tak mengalami lonjakan berarti. Seperti ayam broiler pada kisaran Rp 35 ribu dan telur ayam Rp 43 ribu satu karpet.

Menanggapi kemahalan dan potensi kelangkaan yang terjadi, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sri Argunaini menganggap, kejadian ini memang dipengaruhistok yang kurang karena banyak toke di Medan yang tak aktif karena merayakan momen Natal dan Tahun Baru. “Jadi mahal begini karena stok sedikit, permintaan banyak, prediksi kita selama masih momen ini akan mahal terus, tapi bukan berarti cabai akan hilang di pasar,” katanya.

Ditanya sikap taktis Disperindag mengatasi kelangkaan atau hilangnya cabai di pasaran nantinya, Sri menyebut, itu lebih tepat dijawab oleh Dinas Ketahanan Pangan. “Itu kewenagan dinas itu yang atur, kita hanya perdagangannya saja,” ujar wanita yang juga Staf Ahli Gubernur ini.

Disinggung lagi terkait apakah cabai memang tak distok oleh pemerintah untuk Nataru yang rawan langka cabai ini, Sri menyebut belum. “Ini karena kita baru dapatkan mesin Cool Strotage (Mesin penyetok Cabai agar tak rusak), kita baru dapatkan tahun 2019 baru dapat maka belum bisa digunakan,” katanya.

(aba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here