Stok Bantuan Bencana Musim Hujan Aman

    JAKARTA – Pemerintah telah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk mengantisipasi bencana yang muncul pada musim hujan.

    Menteri Sosial Juliari P Batubara mematikan stok bantuan untuk penanganan korban bencana alam aman menghadapi musim penghujan.

    “Kesiapsiagaan terhadap bencana alam akan terus ditingkatkan. Kita pastikan bahwa stok bantuan bahan makanan, tenda dan lainnya dalam level yang aman,” kata Mensos di Jakarta, Senin (30/12).

    Tidak hanya itu, Juliari juga mengatakan seluruh relawan sosial terutama Taruna Siaga Bencana (Tagana) siap digerakkan membantu masyarakat yang menjadi korban.

    “Pemerintah akan memberikan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Ini merupakan pesan Presiden Joko Widodo agar pemerintah selalu hadir,” katanya.

    Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat mengatakan pihaknya telah menyiapkan 306.139 kilogram beras reguler untuk pemenuhan kebutuhan bagi korban dalam upaya penanggulangan bencana menghadapi musim penghujan.

    “Selain beras reguler, juga disiapkan bufferstock (stok penyangga) yang ada di tiga gudang regional Kemensos yaitu di Palembang, Bekasi dan Makassar,” katanya.

    Berdasarkan data pada 25 Desember 2019, bufferstock yang disiapkan yaitu permakanan berupa lauk pauk, mie instan, makanan anak dan makanan siap saji. Selain itu juga disiapkan peralatan evakuasi seperti tenda serbaguna keluarga, velbed, rompi pelampung, dapur umum lapangan, tenda gulung, kasur, matras, tenda psikososial.

    Serta paket keluarga yang terdiri dari kids ware, family kit, peralatan makan, paket alat dapur, sandang dan selimut juga perlengkapan Tagana.

    “Selain ada di gudang regional, bufferstock juga disiapkan di setiap gudang logistik provinsi dan kabupaten/kota,” tambahnya.

    Sebelumnya Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga deras turun di sebagian wilayah Indonesia hingga Maret 2020.

    “Curah hujan pada Januari-Maret 2020 ini tinggi, yang banyak terjadi di Sumatera, Jawa, kawasan Nusa Tenggara, Sulawesi, Papua,” katanya.

    Sejumlah daerah menyatakan siaga darurat bencana menyusul masuknya musim penghujan dan terjadinya sejumlah bencana banjir, tanah longsor dan puting beliung seperti Sumatera Barat, Jawa Timur dan Gorontalo.

    (gw/fin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here