Harga Sawit Terus Naik

Ilustrasi: Pixabay

JAMBI – Kabar gembira untuk para petani sawit, pasalanya Dinas Perkebunan Provinsi Jambi memprediksikan harga kepala sawit akan terus naik dari 27 Desember hingga 2 Januari 2020 mendatang.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal mengatakan, saat ini harga sawit Tanda Buah Segar (TBS) dari umur 10 hingga 20 tahun telah mencapai Rp 1.932,04 perkilogramnya. “Harga sawit masih terus naik hingga saat ini hampir mencapai Rp 2.000 perkilonya,” kata dia, Minggu (29/12).

Naiknya harga sawit tersebut disebabkan karena banyaknya permintaan dan kurangnya buah sawit yang kini tengah mengalami trak atau tidak berbuah yang di pengaruhi pada musim kemarau lalu. Di perkirakan, kenaikan harga sawit tersebut akan terus naik hingga mencapai Rp 2000.

“Kenaikan harga sawit ini sebesar Rp 27,53 dari periode yang kemarin hanya Rp 24,99,” tambahnya.

Kata Agus, jika di tahun 2020 nanti akan diberlakukan B20 atau penggunaan Biosolar dari minyak sayur maka harga sawit akan semakin naik lagi. Hal ini telah di sepakati oleh pemerintah pusat. Biasanya, kita yang selalu mengespor minyak mentah dan kita kembali membeli minyak tersebut dari luar.

“Natinya kita bisa mengangkat hasil minyak ini dan kita produksi sendiri sehingga meningkatkan nilai jual yang lebih tinggi,” sebut Agus.

Namun, saat ini juga masih banyak para petani yang belum mengetahui harga jual sawit yang sebenarnya. Pasalnya, Agus mengatakan setiap kategori umur sawit yang telah panen memiliki harga yang berbeda-beda. Diketahui, untuk umur sawit dari 3 sampai 9 tahun bisa mencapai harga Rp 1.519,92 hingga Rp 1.876,50. Kemudian juga untuk haerga sawit di umur 10 hingga 20 tahun memliki harga Rp 1.932,04.

“Kalau di petani itu di pukul rata karena di campur, tapi jika di pabrik akan kembali di surtir dan menguntungkan pabrik walaupun perbedaan harga yang tak terlalu jauh,” tandasnya. (slt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here