Baru 30 Persen Guru PAUD Lulus Pelatihan

BANDARLAMPUNG – Himpunan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Provinsi Lampung mencatat baru sekitar 30 persen guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) non formal yang mengikuti pelatihan berjenjang guru PAUD.

Hal ini diungkapkan Ketua PW Himpaudi Provinsi Lampung Dr. Ir. Citra Persada,MSc. Dijelaskannya, ada sekitar 14 ribu guru PAUD non formal di Lampung. Namun, baru sekitar 30 persenyang mengikuti pelatihan berjenjang untuk guru PAUD.

“Kita akan menyelesaikan pelatihan segera, harus dikejar agar gurunya semua terlatih. Karena kompetensi guru menentukan bagaimana anak bisa merdeka belajar. Pelatihan ini seperti upaya percepatan pembelajaran, sebab kebanyakan guru PAUD guru sukarela, ada yang taman SMA. Nah karena itu sangat dibutuhkan adanya pelatihan ini. Karena seorang guru itu harus kreatif, mempunyai inisiatif, jadi tiangnya itu di guru,”ujarnya, Senin (30/12).

Himpaudi Provinsi Lampung juga menyambut baik terkait pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang, pada jenjang pendidikan PAUD ditekankan untuk tidak diajarkan membaca, menulis, dan berhitung.

Citra menyebut, pihaknya sudah tidak mengajarkan calistung pada jenjang PAUd, merdeka belajar yang dicanangkan Nadiem Makarim pun sudah dijalankan terlebih dahulu.

“Memang dari awal kalau kita PAUD non formal yang di bawah Himpaudi itu memang kurikulummya tidak calistung. Dari awal kita pembentukan karakter, misalnya bagaimana membuang sampah di tempatnya, bagaimana antri, bagaimana minta maaf, menghormati orang lain. Itu yang lebih ditekankan,” jelas Citra.

Ia menerangkan, pembentukan karakter yang diterapkan dalam bentuk permainan atau aktifitas yang sifatnya anak-anak tersebut merasa bermain tetapi muatannya pembentukan karakter.

“Jadi bermain dalam bentuk aktifitas yang menyenangkan. Kita siapkan beberapa jenis permainan di sudut, nanti mereka memilih sendiri mau bermain apa. Misalkan, ibu guru sudah menyiapkan ini loh, kalian mau yang mana. Nah, tema, dan sasaran pembelajaran hanya guru yang tahu,” katanya.

Ia menambahkan, merdeka belajar sudah dilakukan pada PAUD non formal, ditambah kurikulum pada PAUD non formal sangat mendukung. Namun, merdeka belajar belum diterapkan di seluruh PAUD karena pengajarnya belum dilatih.

“Kita akan kejar untuk pelatihan guru PAUD ini ya. Agar semua gurunya terlatih, karena kompetensi guru menentukan bagaimana anak itu bisa merdeka belajar,” katanya.

(rur/wdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here