Teror Novel, Pak Polisi Dalang Utamanya Siapa?

LPSK Minta Kepolisian Lindungi Keselamatan Terduga Pelaku 

JAKARTA – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mencium adanya bahaya yang bisa mengancam keselamatan pelaku teror terhadap Novel Baswedan berinisial RB dan RM termasuk keluarga tersangka. Pada posisi inilah LPSK meminta komitmen Kepolisian Indonesia untuk bisa memberikan jaminan dalam pengungkapan kasus yang disinyalir ada aktor utama.

”Tentu saja, LPSK menaruh perhatian besar terhadap keselamatan kedua pelaku dan keluarganya,” kata Ketua LPSK, Hasto Suroyo, melalui keterangan tertulis yang diterima Fajar Indonesia Network, kemarin (29/12).

Ia mempertimbangkan tingkat kesulitan polisi menangkap pelaku sehingga muncul dugaan kejahatan yang menimpa Baswedan merupakan tindakan terencana, terorganisir, dan pelaku tidak tunggal.

Ada kemungkinan kasus teror terhadap penyidik KPK itu melibatkan aktor intelektual yang harus diungkap polisi. ”Aktor ini yang sesungguhnya memiliki motif dalam kasus penyerangan Novel Baswedan. Apalagi sedang ramai pemberitaan di media massa perihal keterlibatan sosok kuat yang diduga terlibat merencanakan penyerangan kepada Novel Baswedan,” ujar Suroyo.

ePaper Fajar Indonesia Network, Edisi 30 Desember 2019, Baca Epaper Gratis, Isyana Sarasvati, Hari Patah Hati Nasional Jilid 2, Novel Baswedan, Pelaku Penyiraman, Dahlan Iskan, Jiwasraya, Isyana Sarasvati Lamaran

 

Apabila pelaku utama semakin menguat, kata dia, tingkat ancaman terhadap kedua pelaku dan keluarga tersangka semakin besar. Menurut dia, keselamatan keluarga pelaku menjadi sangat penting agar tidak dijadikan alat intimidasi oleh aktor intelektual kepada kedua pelaku agar bungkam ketimbang memberikan kesaksian penting dalam pengungkapan kasus itu.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, LPSK sesuai kewenangan yang dimiliki dapat memberikan perlindungan kepada pelaku bila keduanya memilih untuk menjadi saksi pelaku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here