Kejagung Periksa 24 Saksi Kasus Jiwasraya, 10 Nama Masuk Target

    JAKARTA – Kasus Asuransi Jiwasraya terus bergulir. Ini sejalan dengan proses penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung). Kabar terakhir korps Adhiyaksa itu melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap 10 nama yang berpotensi menjadi tersangka.

    Lalu siapa saja 10 nama yang terseret dan yang telah dicekal itu? Mereka yakni Mereka HR, DH, HP, NZ, DW, GL, GR, HD, BT dan AS. Dan ternyata, 10 nama itu belum cukup. Kemungkinan bakal penambahan nama-nama yang diduga terlibat dalam skandal yang merugikan keungan negara.

    ”Sudah kita kirimkan surat untuk pencekalan. Ada 10 nama yang tidak bisa ke luar negeri. Keputusannya dibuat tadi malam, mempertimbangkan beberapa aspek yang menguatkan” ungkap Kajagung Burhanuddin usai pelantikan pejabat Kejati dan eselon II di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Jumat (27/12).

    Tidak menutup kemungkinan 10 nama yang dicekal, menjadi tersangka. Ini sejalan dengan proses penyidikan yang dilakukan tim dari Kejagung. ”Ada potensi (tersangka,r ed). Nanti tunggu saja. Setelah kuat kita sampaikan ke rekan-rekan, ingat, kedepankan asas praduga tak bersalah ya,” tandas Burhanuddin.

    Penegaskan Burhanuddin itu pun selaras dengan penegasan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Adi Toegarisman. Ia menyebut sejumlah pihak secepatnya bakal diperiksa. ”Sudah dijadwalkan (Pemeriksaan,red). Ya mingu depan sudah ada pihak-pihak yang kita pangil. Ya mungkin Senin dan Selasa,” jelasnya.

    Totalnya, sambung Adi ada 24 orang yang bakal diperiksa. ”Ya tadi yang saya sebutkan, mulai minggu depan sudah dimulai. Ada juga sekitar tanggal 6, 7, dan 8 Januari 2020, teman-teman nanti bisa langsung memantau,” jelasnya.

    Adi memastikan 10 nama yang telah dicekal pun sudah dijadwalkan untuk diperiksa. Dan tidak menutup kemungkinan ada unsur pejabat dan direksi Jiwasraya. ”Nanti kan ketahuan siapa saja. Yang pasti 10 inisial itu sudah dijadwalkan dalam pemeriksaan,” jelasnya.

    ePaper Fajar Indonesia Network, Edisi 27 Desember 2019, Baca Epaper Gratis

     

    Derasnya keritik kian menyudutkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kondisi darurat ini pun memaksa Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjual murah saham perusahaan plat merah tersebut setelah mengalami gagal bayar dana pertanggungan nasabah yang jatuh tempo sejak 2018.

    Ya, Kementerian BUMN menyatakan perusahaan pelat merah ini akan melepas portofolio saham yang memiliki valuasi rendah (undervalue). Salah satu portofolio saham yang akan dilepas, sambung Arya, adalah PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM). Penjualan saham itu ditargetkan mendatangkan dana segar sebesar Rp5,6 triliun. Hal ini dilakukan sebagai salah satu solusi menyelamatkan Jiwasraya.

    Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga belum memastikan waktu penjualan saham undervalue yang dimiliki oleh Jiwasraya. Agar tidak terlalu rugi, saham baru akan dilepas ketika harga lebih baik.

    Dikutip RTI Infokom, harga saham perusahaan sepanjang Desember 2019 hanya bergerak di level Rp50-Rp53 per saham.
    Sejak awal 2019 hingga perdagangan terakhir, Kamis (26/12), harga saham TRAM tercatat anjlok 70,59 persen. Kemudian, satu bulan terakhir melemah 3,85 persen. ”Belum tahu kaan saham undervalue dijual, tunggu nilainya tinggi dulu. Pokoknya nilainya sampai Rp5,6 triliun,” ucap Arya.

    Penjualan saham menjadi satu dari tiga strategi yang sedang dilakukan pemerintah, selaku pemegang saham mayoritas di Jiwasraya dalam menyehatkan kembali perusahaan.

    ”Tapi untuk saham-saham detailnya masih kami data apa saja,” tutur Arya.
    Sementara, upaya lainnya adalah dengan menjual saham anak usaha Jiwasraya, yaitu Jiwasraya Putra kepada investor dengan target nilai Rp3 triliun. Penjualan saham anak usaha diharapkan rampung pertengahan tahun depan.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here