Kasus Bansos Sumsel Jalan di Tempat

JAKARTA – Kasus dugaan korupsi dana hibah Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2013 yang merugikan negara Rp 21 miliar, hingga kini masih gelap. Kejaksaan Agung belum juga menetapkan siapa yang bertanggung jawab atas kerugian tersebut.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mengaku gerah dengan gerakan lambatnya penyidikan kasus ini di Kejaksaan Agung. Alhasil pihaknya melakukan gugatan praperadilan penanganan perkara ini ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Perkara ini mangkrak dan tidak jelas. Kami sudah daftarkan gugatan praperadilan atas proses penyidikan yang tidak jelas arah penetapan tersangkanya. Padahal dua terpidana yang lebih dulu disidangkan terbukti bersalah,” kata Boyamin di Jakarta, Rabu (25/12).

Dia bingung dengan sikap penyidik Kejaksaan Agung dalam menangani perkara ini. Sebab, sudah hampir dua tahun perkara disidik namun tanpa tersangka. Kondisi ini akan menimbulkan kecurigaan publik soal keseriusan Kejaksaan Agung memberantas tindak pidana korupsi. “Ini sudah lama sekali sejak diterbitkan sprindik baru tahun 2017. Sampai sekarang belum ada penetapan tersangka. Ini kan aneh,” jelasnya.

Disinggung soal jadwal sidang praperadilan perdana atas perkara ini, Boyamin menegaskan persidangan akan digelar awal tahun 2020 mendatang. “Sesuai dengan jadwalnya tanggal 6 Januari 2020, di Pengadilan Jakarta Selatan,” ucapnya. Dia berharap tim penyidik dalam waktu dekat dapat melakukan penetapan tersangka kasus ini, pasalnya perkara ini menyangkut perhatian masyarakat. “Jangan sampai masyarakat curiga, perkara mangkrak nggak jelas penanganannya,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung, Mukri yang dikonfirmasi soal gugatan praperadilan tersebut menyatakan tidak mempersoalkan adanya gugatan. “Tidak masalah, silahkan saja sesuai dengan prosedur yang ada,” kata Mukri. Menurutnya, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu materi gugatan praperadilan tersebut. “Kita pelajari dulu materinya apa, kita hadapi lah gugatan praperadilannya,” tutupnya.

Beberapa waktu lalu, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), M Adi Toegarisman menegaskan penyidikan perkara kasus dugaan korupsi dana hibah Provinsi Sumatera Selatan tahun anggara 2013 masih terus berjalan. Memang belum masuk dalam tahap penetapan tersangka. “Masih jalan penyidikan, tidak berhenti. Belum ada penetapan tersangka. Masih kita dalami. Nanti kalau sudah waktunya akan kami sampaikan,” singkatnya.

Diketahui, penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung terus membidik aktor intelektual kasus dugaan korupsi dana hibah Provinsi Sumatera Selatan tahun anggara 2013 yang merugikan negara Rp 21 miliar. Beberapa waktu lalu mantan Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin diperiksa intensif di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung.

Bekas orang nomor satu di Sumatera Selatan itu mendatangi Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Rabu (14/8). Alex diperiksa selama 6 jam. Sebelumnya, mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan tahun 2013, Yusri Effendy juga dimintai keterangan. Statusnya juga sebagai saksi. Kemudian, pada akhir September 2018 lalu, penyidik juga memeriksa Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) Sumatera Selatan, Hero Amalindo. Pemeriksaan Heri terkait jabatannya saat kasus ini terjadi sebagai Kepala Dinas Pekerjaaan Umum Bina Marga Sumsel dan Plt Bupati Pali.

Selain itu, penyidik memanggil mantan Kepala Dinas Pekerjaaan Umum Cipta Karya dan Plt Kepala Dinas PU Bina Marga Sumatera Selatan, Rizal Abdullah. Dari sekian banyak saksi yang telah diperiksa, hingga kini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi dana hibah Pemprov Sumatera Selatan.

Diketahui, pengembangan kasus ini dilakukan Kejaksaan Agung, setelah ada fakta persidangan atas nama dua terdakwa kasus ini yang lebih dahulu dilimpahkan ke persidangan dan telah divonis bersalah. Dua terdakwa yang kini jadi terpidana yakni LPLT, selaku mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Selatan. Satunya lagi berinisial I selaku mantan Kepala Kesbangpol Provinsi Sumatera Selatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here