Terdampak Tambang Emas tanpa CSR

Ilustrasi: Pixabay

BANDARLAMPUNG – Sebanyak delapan pemangku masuk dalam wilayah Pekon Bandaragung Kecamatan Bandarnegeri Suoh  Kabupaten Lampung Barat, merasakan dampak dari aktifitas  tambang emas, PT. Natarang Mining (NM). Karena itu, aparat Pekon Bandaragung telah menyurati pihak PT. NM untuk memberikan perhatian kepada masyarakat sekitar wilayah kerja pertambangan (WKP) melalui dana corporate social responsibility (CSR).

Pj. Peratin Bandaragung Mandala Harto mengatakan, sejauh ini masyarakat di wilayahnya khususnya di delapan pemangku merasakan dampak negatif dari aktifitas tambang, diantaranya soal kebisingan mesin-mesin dari alat yang digunakan oleh perusahaan, aktifitas kendaraan pengangkut material tambang yang tanpa henti, dan dampak kurang baik lainnya yang dirasakan masyarakat.

”Karena itu kami telah menyurati pihak PT. NM pada bulan Agustus lalu, namun hingga saat ini belum ada  jawaban dari  mereka apakah  usulan yang kami sampaikan bisa direalisasikan atau tidak, karena terlepas WKP-nya masuk dalam wilayah Tanggamus, namun masyarakat saya yang merasakan dampak terhadap aktifitas mereka,” ungkap Mandala.

Selain kebisingan akibat suara mesin maupun suara dentuman dari proses menyalakan peledak yang dikeluhkan masyarakatnya,  juga suara yang dihasilkan saat proses peledakan di area tambang, yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari permukiman warga tentunya itu dikeluhkan.

”Bukan hanya itu, aktifitas  tambang yang tanpa henti dan tanpa mengenal waktu,  bahkan informasi yang saya terima saat  waktunya  shalat magrib aktifitas tambang tetap berlanjut, karena itu  kami juga mengharapkan pihak perusahaan bisa lebih menghargai kearifan lokal, sehingga bisa terjalin hubungan yang baik antara masyarakat dengan pihak perusahaan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Mandala, dana CSR yang diajukan ke pihak perusahaan itu  kepentingannya untuk masalah kebutuhan dasar, seperti pendidikan, kesehatan dan lingkungan, dengan besaran dana yang diajukan sekitar Rp350 juta.  Pihaknya sangat berharap, dana CSR yang diajukan bisa direalisasikan oleh pihak perusahaan yang  telah melakukan eksplorasi bertahun-tahun dan masyarakat sekitar hanya sebatas penonton.

”Sampai sekarang belum ada jawaban dari usulan yang kami sampaikan, dan di minggu bulan Desember ini kami akan kembali mengirimkan surat ke pihak PT.  NM, dan tentunya jangan hanya sebatas dibaca, namun bisa direalisasikan oleh pihak perusahaan,” pungkasnya.

Di sisi lain, Staf Humas PT NM Sutarno mengatakan, terkait informasi tersebut akan segera disampaikan kepada pimpinan di atasnya yakni Koordinator Lapangan Humas PT NM Syahrial.

“Besok akan saya sampaikan terkait persoalan tersebut, karena saya orang lapangan jadi tidak memahami apa yang menjadi tuntutan warga, ada pimpinan lagi di atas saya,” katanya kepada Radar Lampung via telepon, Minggu (15/12) malam.

Dirinya juga enggan memberikan komentar terkait persoalan tersdebut lantaran tidak memiliki kapasitas dalam memberikan statement lebih jauh. “Saya tidak bisa memberikan tanggapan soal ini,” imbuhnya.

Lalu Radar Lampung meninta nomor kontak Syahrial kepada Sutarno. Namun, ia enggan memberikannya. “Nanti saja ya pak, saya sampaikan saja persoalan tersebut kepada bapak (Syahrial),” pungkasnya. (nop/apr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here